Jumat, 30 September 2011

MENGENAL KEBUDAYAAN JAWA

Kebudayaan Jawa merupakan salah satu sosok kebudayaan yang tua. Kebudayaan Jawa mengakar di Jawa Tengah bermula dari kebudayaan nenek moyang yang bermukim di tepian Sungai Bengawan Solo pada ribuan tahun sebelum Masehi. Fosil manusia Jawa purba yang kini menghuni Museum Sangiran di Kabupaten Sragen, merupakan saksi sejarah, betapa tuanya bumi Jawa Tengah sebagai kawasan pemukiman yang dengan sendirinya merupakan suatu kawasan budaya. Dari kebudayaan purba itulah kemudian tumbuh dan berkemb
ang sosok kebudayaan Jawa klasik yang hingga kini terus bergerak menuju kebudayaan Indonesia.
Kata klasik ini berasal dari kata Clacius, yaitu nama orang yang telah berhasil menciptakan karya sastra yang mempunyai “nilai tinggi”. Maka karya sastra yang tinggi nilainya hasil karya Clacius itu dinamakan “Clacici”. Padahal Clacici adalah golongan ningrat/bangsawan, sedangkan Clacius termasuk golongan ningrat, oleh karena itu hasil karya seni yang mempunyai nilai tinggi disebut “seni klasik”.
Bengawan Solo bukan hanya terkenal dengan lagu ciptaan Gesang akan tetapi lebih daripada itu lembahnya terkenal sebagai tempat dimana banyak sekali diketemukan fosil dan peninggalan awal sejarah kehidupan di atas bumi ini.
Pada tahun 1891 Eugene Dubois menemukan sisa-sisa manusia purba yang diberi nama “Phitecanthropus Erectus” di daerah Trinil, Ngawi Karesidenan Madiun.
CONTOH GAMBAR :


Ternyata fosil-fosil itu lebih purba (tua) dan lebih primitif daripada fosil-fosil Neanderthal yang ditemukan di Eropa sebelumnya. Penggalian-penggalian diteruskan hingga pada sekitar tahun 1930-1931 ditemukan lagi fosil manusia di Ngandong dan di Kedungbrubus daerah Sangiran. Fosil ini lebih tua dari yang ditemukan di Jerman maupun di Peking. Berbeda dengan penemuan di bagian dunia lain, penemuan fosil-fosil pulau Jawa didapat pada semua lapisan Pleistoceen dan tidak hanya pada satu lapisan saja. Hingga nampak jelas perkembangan manusia sejak dari bentuk ‘keorangan’nya yang mula-mula (homonide), sedang dari bagian lain di dunia penemuan-penemuan itu tidak memberi gambaran yang sedemikian lengkap. Manusia purba itu diperkirakan hidup dalam kelompok-kelompok kecil bahkan mungkin dalam keluarga-keluarga yang terdiri dari enam shingga duabelas individu. Mereka hidup berburu binatang di sepanjang lembah-lembah sungai. Cara hidup seperti ini agaknya tetap berlangsung selama satu juta tahun. Kemudian diketemukan sisa-sisa artefak yang terdiri dari alat-alat kapak batu di sebuah situs di dekat desa Pacitan, dalam lapisan bumi yang berdasarkan data geologi diperkirakan berumur 800.00 tahun dan diasosiasikan dengan fosil Pithecanthropus yang telah berevolusi lebih jauh. Dengan demikian diperkirakan bahwa sejak paling sedikit 800.000 tahun yang lalu para pemburu di pulau Jawa sudah memiliki suatu kebudayaan.
Manusia dan kebudayaan merupakan suatu kesatuan yang erat sekali. Kedua-duanya tidak mungkin dipisahkan. Ada manusia ada kebudayaan, tidak akan ada kebudayaan jika tidak ada pendukungnya, yaitu manusia. Akan tetapi manusia itu hidupnya tidak berapa lama, ia lalu mati. Maka untuk melangsungkan kebudayaan, pendukungnya harus lebih dari satu orang, bahkan harus lebih dari satu turunan. Jadi harus diteruskan kepada anak cucu keturunan selanjutnya.
Kebudayaan Jawa klasik yang keagungannya diakui oleh dunia internasional dapat dilihat pada sejumlah warisan sejarah yang berupa candi, stupa, bahasa, sastra, kesenian dan adat istiadat. Berikut adalah contoh gambar candi-candi pada masa peninggalan prasejarah.
Candi Borobudur di dekat Magelang :


Candi Mendut, desa Mendut, kabupaten Magelang :

Candi Pawon berada diantara candi Mendut dan Borobudur :


Candi Prambanan di dekat Klaten :

Candi Dieng, kabupaten banjarnegara, Jawa Tengah :

Candi Gedongsongo, desa Candi, kabupaten Semarang, Jawa Tengah :


Candi Sukuh, kabupaten Karang Anyar, Jawa Tengah :



Teks-teks sastra yang terpahat di batu-batu prasasti, tergores di daun lontar dan tertulis di kitab-kitab merupakan khasanah sastra Jawa klasik yang hingga kini tidak habis-habisnya dikaji para ilmuwan. Ada pula warisan kebudayaan yang bermutu tinggi dalam wujud seni tari, seni musik, seni rupa, seni pedalangan,seni bangunan (arsitektur),senibusana,adatistiadat,dsbnya.
Masyarakat Jawa Tengah sebagai ahli waris kebudayaan Jawa klasik bukanlah masyarakat yang homogen atau sewarna, melainkan sebuah masyarakat besar yang mekar dalam keanekaragaman budaya. Hal itu tercermin pada tumbuhnya wilayah-wilayah budaya yang pada pokoknya terdiri atas wilayah budaya Negarigung, wilayah budaya Banyumasan dan wilayah budaya Pesisiran.
Wilayah budaya Negarigung yang mencakup daerah Surakarta – Yogyakarta dan sekitarnya merupakan wilayah budaya yang bergayutan dengan tradisikraton(Surakarta dan Yogyakarta). Wilayah budaya Banyumasan menjangkau daerah Banyumas, Kedu dan Bagelen. Sedangkan wilayah budaya pesisiran meliputi daerah Pantai Utara Jawa Tengah yang memanjang dari Timur ke Barat.
Keragaman budaya tersebut merupakan kondisi dasar yang menguntungkan bagi mekarnya kreatifitas cipta, ras dan karsa yang terwujud pada sikap budaya.
Di daerah Jawa Tengah segala macam bidang seni tumbuh dan berkembang dengan baik, dan hal ini dapat kita saksikan pada peninggalan-peninggalan yang ada sekarang.
Provinsi Jawa Tengah yang merupakan satu dari sepuluh DTW (Daerah Tujuan Wisata) di Indonesia dapat dengan mudah dijangkau dari segala penjuru, baik darat, laut maupun udara. Provinsi ini telah melewati sejarah yang panjang, dari jaman purba hingga sekarang.
Dalam usaha memperkenalkan daerah Jawa Tengah yang kaya budaya dan potensi alamnya, Provinsi Jawa Tengah sebagaimana provinsi-provinsi lain di Indonesia, mempunyai anjungan daerah di Taman Mini “Indonesia Indah” yang juga disebut “Anjungan Jawa Tengah”. Anjungan Jawa Tengah Taman Mini “Indonesia Indah” merupakan “show window” dari daerah Jawa Tengah.
Anjungan Jawa Tengah di Taman Mini “Indonesia Indah” dibangun untuk membawakan wajah budaya dan pembangunan Jawa Tengah pada umunya. Bangunan induk beserta bangunan lain di seputarnya secara keseluruhan merupakan kompleks perumahan yang dinamakan “Padepokan Jawa Tengah”, yang berarsitektur Jawa asli.
Bangunan induknya berupa “Pendopo Agung”, tiruan dari Pendopo Agung Istana Mangkunegaran di Surakarta, yang diakui sebagai salah satu pusat kebudayaan Jawa. Propinsi Jawa Tengah juga terkenal dengan sebutan “The Island of Temples”, karena memang di Jawa Tengah bertebaran candi-candi. Miniatur dari candi Borobudur, Prambanan dan Mendut ditampilkan pula di Padepokan Jawa Tengah. Padepokan Jawa Tengah juga merupakan tempat untuk mengenal seni bangunan Jawa yang tidak hanya berupa bangunan rumah tempat tinggal tetapi juga seni bangunan peninggalan dari jaman Sanjayawangça dan Syailendrawangça.
Pendopo Agung yang berbentuk ”Joglo Trajumas” itu berkesan anggun karena atapnya yang luas dengan ditopang 4 (empat) Soko guru (tiang pokok), 12 (dua belas) Soko Goco dan 20 (dua puluh) Soko Rowo. Kesemuanya membuat penampilan bangunan itu berkesan momot, artinya berkemampuan menampung segala hal, sesuai dengan fungsinya sebagai tempat menerima tamu. Bangunan Pendopo Agung ini masih dihubungkan dengan ruang Pringgitan, yang aslinya sebagai tempat pertunjukan ringgit atau wayang kulit. Pringgitan ini berarsitektur Limas. Bangunan lain adalah bentuk-bentuk rumah adat “Joglo Tajuk Mangkurat”, “Joglo Pangrawit Apitan” dan rumah bercorak “Doro Gepak”.
Sesuai dengan fungsinya Anjungan Jawa Tengah selalu mempergelarkan kesenia-kesenian daerah yang secara tetap didatangkan dari Kabupaten-kabupaten / Kotamadya di Provinsi Jawa Tengah di samping pergelaran kesenian dari sanggar-sanggar yang ada di Ibukota, dengan tidak meninggalkan keadiluhungan nilai-nilai budaya Jawa yang hingga kini masih tampak mewarnai berbagai aspek seni budaya itu sendiri, adat-istiadat dan tata cara kehidupan masyarakat Jawa Tengah.
Bangunan Joglo Pangrawit Apitan di Anjungan Jawa Tengah TMII terletak bersebelahan dengan sebuah panggung terbuka yang berlatar belakang sebuah bukit dengan bangunan Makara terbuat dari batu cadas hitam bertuliskan kata-kata “Ojo Dumeh” dalam huruf Jawa berukuran besar. Perkataan Ojo Dumeh mempunyai makna yang dalam, sebab artinya, “Jangan Sombong”, sebuah anjuran untuk senantiasa mampu mengendalikan diri, justru di saat seseorang merasa mempunyai keberhasilan. Di panggung inilah pengunjung dapat menyaksikan pergelaran acara khusus Anjungan yang biasanya merupakan acara-acara pilihan.
Dibandingkan dengan Bali, Jawa lebih terbuka terhadap konstruk waktu linear sebagaimana dikenalkan oleh Islam dan Barat (Lombard, 1996, jilid 2). Ada arah tertentu pada perulangan alur waktu, namun kadang arah ini tidak ditampilkan secara jelas. Meluasnya penggunaan sengkalan/kronogram yang merupakan serangkaian kata atau sebentuk sosok (misalnya Semar atau Togog) yang dapat diinterpretasikan secara numeric sehingga menunjukkan angka tahun merupakan salah satu penanda keinginan untuk menandai sesuatu dalam kerangka waktu yang bergerak maju tapi sekaligus keengganan menampilkan tahun tersebut secara eksplisit sehingga dengan mudah dapat diurutkan sesamanya dan dihitung lintasan yang telah ditempuh. Secara sosial, penerapan kalender dengan kerangka waktu siklikal terbatas penggunaannya terutama pada lingkungan keluarga dan lokalitas tertentu (Anderson, 1990:35n45) sedangkan pada lingkup yang lebih luas dan lebih terbuka terhadap pengaruh luar diatur oleh kalender dengan kerangka waktu linear. Dengan menyangsikan peran kerangka pemahaman waktu linear pada budaya Jawa, Alton Becker (1995:23-70) dengan tegas menyatakan bahwa dalam sistem pemikiran Jawa tatanan ruang (spatial order) lebih diutamakan dalam mengorganisasikan fenomena dibandingkan tatanan waktu (temporal order). Lebih lanjut dia membandingkan antara perkembangan dramaturgi dalam pertunjukan wayang, dan runtutan plot dalam drama ideal menurut Aristoteles yang banyak mempengaruhi teater Barat. Pada ke dua pertunjukan tersebut terdapat rumusan kelengkapan – suatu satuan pementasan haruslah lengkap – namun terdapat perbedaan mendasar di antara keduanya. Perbedaan mendasar antara keduanya adalah tradisi drama Barat menyandarkan rumusan tentang drama yang lengkap pada kausalitas yang dikerangkakan oleh runtun waktu, sementara tradisi drama Jawa berdasarkan pada kebetulan yang dikerangkakan oleh konstelasi ruang. Rumusan karakterisik Jawa tersebut dia paparkan sebagai berikut: “ Suatu lakon wayang, bagaimanapun juga, harus diawali dan diakhiri pada tempat tertentu; dia tidak dapat di awali di sembarang tempat meskipun dapat di sembarang waktu. Dia juga harus melintasi tempat tertentu ditengahnya. Dengan demikian lakon wayang awal, tengah dan akhir yang didasarkan pada ruang ketimbang waktu” (Becker, 1995:41).

Wayang Kulit Kala Bendana :


Dalam konstruk spasial ini, konflik pada lakon wayang terbentuk terutama melalui serangkaian kebetulan untuk menjelaskan mengapa suatu hal terjadi dan pihak-pihak yang berbeda bertemu; suatu landasan yang dijauhi pada plot drama Barat. Sang pahlawan tidak harus memiliki konflik kepentingan dengan lawan-lawannya. Arjuna dan Cakil bertempur semata karena keduanya kebetulan bertemu di jalan tanpa harus terdapat permusuhan karena konflik kepentingan. Kiranya dalam hal ini harus pula diingat bahwa peperangan Arjuna – Cakil tidak bisa dipahami dalam konteks yang amat sederhana, karena sesungguhnya ia mempunyai banyak keterkaitan masalah, termasuk ruang dan waktu. Ia merupakan bagian dari pada yang disebut „perang kembang‟ (kusumayudha) pada episode tengah, Pathet Sanga. Oleh karenanya ia terjadi semasa ‘Gara-gara’. Selain tampilan fisik juga mempunyai makna simbolik, bahwa senantiasa ada „gara-gara’ (godaan, pangrencana) setiap kali tujuan suci diikrarkan dan diusahakan. Secara teknis ia juga merupakan „batu ujian‟ bagi para dalang untuk menampilkan kepiawaiannya dalam memainkan wayang.
Rumusan spasial ini hadir dalam satu set yang lengkap. Becker mendefinisikan rumusan spasial berbasis tiga dalam pentas wayang: adegan pertemuan di balai persidangan agung di awal, adegan di alam pada pertengahan dan perang di akhir. Meskipun persisten struktur dramaturgi ini sangat fleksibel untuk membagi dan mengembangkan lakon. Rumusan kelengkapan serupa kita dapati pada petungan, cara penghitungan yang dipergunakan orang Jawa untuk merumuskan aspek numeric suatu ruang, khususnya ruang domestik. Cara yang juga dipergunakan untuk merumuskan waktu ini didasarkan pada kelengkapan elemen-elemen suatu set yang berulang. Meskipun hasilnya berupa dimensi elemen bangunan, petungan tidak menghasilkan proporsi maupun skala ruang yang tertentu yang dapat dirasakan. Sebagaima na sistem kalender siklikal, petungan menunjukkan ruang macam apa (dan bukan ruang sebesar apa) yang tepat. Yang menjadi perhatian sistem penghitungan ini adalah kesejahteraan yang dipancarkan suatu ruang dan kecocokannya bagi peruntukan tertentu.
Dalam menentukan ukuran elemen bangunan, petungan menggunakan suatu ukuran ragawi dari pemilik bangunan seperti kaki, jengkal, hasta maupun depa. Penggunaan satuan ragawi ini menunjukkan bahwa ruang pada dasarnya adalah ekstensi keberadaan pemiliknya. Karakter suatu bilangan ukuran dapat dirumuskan secara matematis menjadi 5x + n dengan x adalah bilangan pengali manapun dan n adalah konstanta penentu karakter. Karakteristik ruang yang terbentuk sebagaimana dirumuskan dalam konstanta n lebih mementingkan kecocokan guna suatu ruang dengan karakternya dari pada memberikan penilaian positif/negatif. Tidak ada bilangan n yang begitu bagusnya sehingga cocok untuk semua tujuan maupun sebaliknya yang harus selalu dihindari. Bilangan n = 1 yang disimbolkan sebagai Sri yang paling mensejahterakan-pun hanya diperuntukkan bagi rumah belakang tempat penghuni tinggal meskipun bilangan ini memiliki semua karakteristik unggulan.
Dengan menggunakan unit-unit pengukuran antropometrik yang didasarkan pada tubuh pemilik rumah, metode petungan di atas mengindikasikan bahwa ruang yang dihuni pada dasarnya adalah ekstensi tubuh pemiliknya, yang dalam hal ini berhubungan dengan peran dia sebagai penghuni dan penguasa ruang. Petungan ditujukan untuk mencapai kesejahteraan pada suatu ruang, yang dengan demikian akan tercapai bila terbentuk hubungan yang semestinya antara ruang dan kekuasaan yang mengontrolnya. Untuk mengelola suatu teritori, raja-raja Jawa menggunakan cacah – satuan luasan lahan dengan orang yang mengerjakan yang akan memberi hasil tertentu – sebagai unit penghitungan. Suatu ruang akan diperhitungkan jika ada yang mengontrol dan hasil yang diharapkan. Karena dianggap tidak memiliki nilai, lahan yang belum terjamah tidak diperhitungkan. Penguasa Jawa sebenarnya menguasai cacah dalam jumlah tertentu dari pada suatu wilayah utuh dengan batas yang jelas. Pada pembagian kerajaan Mataram menjadi dua di pertengahan abad ke-18, yang dibagi kepada ke dua raja adalah cacah dalam jumlah tertentu yang terserak di berbagai tempat sehingga tidak membentuk satuan luasan wilayah yang utuh yang berbatas jelas. Kewenangan lelaki dalam membentuk ruang dan mengontrol teritori direpresentasikan dalam sejumlah simbolisme phallus (alat kelamin lelaki) yang menunjukkan hubungan yang erat antara kekuasaan dan kesuburan. Di antara pusaka yang disimpan di keraton Surakarta adalah Kyai Cengkal Baladewa yang berupa tongkat pengukur tanah yang dianugerahkan oleh Baginda. Pemberian lahan adalah sepenggal kewenangan kerajaan yang dilimpahkan kepada seseorang yang berjasa. Lahan itu hadiah tapi sekaligus pengikat bagi orang tersebut untuk tetap setia dan patuh sehingga harus mengekspresikan kekuasaan sang pemberi (tanah lungguh atau apanase seorang pejabat bisaanya tidak dapat diwariskan sehingga tetap berada di bawah kewenangan raja). Untuk menunjukkan secara simbolis kekuasaan Baginda atas wilayahnya – yang berarti kemampuannya untuk mengontrol dan menyejahterakan – tongkat Kyai Cengkal Baladewa tersebut berukuran sejauh jarak antara ujung alat kelamin raja dengan jatuhnya air seninya (Pemberton, 1994: 32; Revianto, 2000: 13-14).
Berikut adalah perhitungan Almanak atau Serat Kalang. Sebelum kita membahas masalah tersebut, akan dikutip artikel Rudy Subanindra yang bertajuk „Anakronisme dan Filosofi Kalender Jawa‟ (2000) antara lain tertulis sebagai berikut. Aspek realitas kejadian dengan aspek „inter-kontaminasi’ dimensi falakiah atau getaran sinergi astronomik pada zaman sekarang sering dianggap tidak modern dan rasional. Kasarnya, realitas kejadian sering dianggap tidak ditentukan oleh Tuhan Yang Maha Ghoib, tetapi lebih ditentukan oleh upaya semata-mata rasional nyata manusia atau bangsa itu sendiri. Analisis ini bukan berarti berkonotasi menafikan „otonomisasi‟ penentu nasib oleh umat atau bangsa itu sendiri. Sebab umat manusia yang lebih mem-panglima-kan rasio dan teknologi cenderung mengesampingkan „Maha Sistem‟ yang selalu secara „ingrated circuit’ berada „latent’ dibalik sistem yang diciptakan manusia. Maka ketika orang Barat mulai jenuh dengan modernitas super teknologi hingga pada gilirannya sebagian pemikirnya menjadi kurang puas dengan batas-atas paradigma realitas dan rasionalitas, kemudian mereka meloncat kembali pada rambahan apresiasi dan analisasi terhadap obyek-obyek fenomenal alam semesta, baik makrokosmik maupun mikrokosmik. Mereka kembali menyadari bahwa sehat dan waras raga saja tidak cukup untuk memberikan pre-agregasi anatomis manusia untuk bisa hidup, sadar, gerak, merasa dan berpikir. Jelas bahwa pre-agresasi „jagad cilik’ saja masih sedemikian misterius. Belum lagi otomatisasi tata surya dan angkasa. Maka orang Barat kini mulai kembali menyadari tentang masih membahananya jurang anakronisme kebudayaan Barat terhadap komprehensi filosofi „Mamayu Hayuning Bawana’. Anakronisme disini dimaknai sebagai wahana cipta, rasa, akal, dan wacana perilaku yang ‘keconthalan’ (terbirit-birit) atau sebaliknya „kebat kliwat’ (terlalu cepat, hingga kelewatan) dalam menyikapi irama keseimbangan alam semesta dan kultur global dalam masing-masing konteksnya. Namun anehnya dalam lingkup budaya kita sendiri, holisme komprehensi yang sebetulnya justru telah diawali oleh Sultan Agung dengan penciptaan Kalender Jawa dengan berbagai penetapan valensi variable waktu (neptu, titi dan mongso), ternyata justru banyak ditinggalkan oleh orang Jawa yang sebagian masih ‘kemaruk’ dan gandrung (tergila-gila) modernitas. Super interaksi alami dalam „mekanisme‟. Segala zat dalam aransemen alam semesta sesungguhnya sudah sedemikian rupa diciptakan sejak awal oleh Yang Maha Khalik. Segala ciptaan teknologi „Barat‟, sesungguhnya merupakan pengejawantahan realitas dari sifat-sifat kesemestaan yang telah ada. Hal ini bisa kita saksikan dalam karya-karya teknologi dan elektronika sampai masa kini, misalnya: energy listrik, energy nuklir, sistem radio, televisi, pesawat terbang, sistem komputer dan sebagainya. Maka, meskipun segala segi „rahasia alam‟ seolah sudah ter-ejawantah dalam teori ilmu teknologi dan ilmu-ilmu lain, tetapi sejuta medan variable yang menantang dalam misteri alam semesta tentu dirasakan sungguh masih sangat luas, bahkan tetap tak terhingga. Inilah kemahaan kehidupan sekaligus misterinya. Itulah pula sebabnya dunia gambling, baik di bidang politik, keuangan, ekonomi, perdagangan ataupun kemajuan-kemajuan umat manusia sampai ke teknologi perang bintang, berbagai rekayasa bio-teknologi, cloning, senjata nuklir, penerbangan ke luar angkasa, penelitian ke planit lain dan sebagainya, masih terus dikembang-citakan. Sebaliknya, berbagai kejadian ‘meta-rasional’ agaknya juga kembali mulai actual, diperhatikan dan diteliti secara lebih bersemangat oleh dunia Barat. Berbagai contoh gejala itu bisa kita saksikan lewat televisi. Peluang penelitian yang agaknya belum mampu diperhatikan sampai sekarang secara „adequate‟ deskriptif epistemologis (ilmiah metodologis) & ontologis (jabaran rasional dengan rujukan tata astronomi semesta) adalah: Bahwa dimensi falakiah dan astronomik dalam lingkup makrokosmos kesemestaan, pasti memiliki daya dampak terhadap seluruh supra, mid dan subsistem gerak-gerik unsur-unsur mikrokosmos alam semesta seisinya. Termasuk terhadap gejolak temperasi sensitivitas kita, peaking, konjungsi psikologis, passing intelegensia, momentum hadirnya screen indera keenam dan sebagainya. Hal ini bisa terjadi lantaran kita adalah umat ciptaan-Nya yang paling sempurna dan dimuliakan-Nya sekaligus penuh misteri, disbanding flora, fauna dan makhluk lainnya.
Ilham Sultan Agung, Raja Mataram ke-III sebagai pencipta Tarikh Jawi, ilham Raja Numa Pompilus dan Kaisar Yulius selaku Pontifex Maximus sebagai pencipta Tarikh Romawi Kuno, ilham Paus Gregorius VIII sebagai pendekrit koreksi Tarikh Masehi 1582, ilham Kanjeng Sinuhun Paku Buwana VII dalam mencipta Pranotomongso Jawi, ilham filsuf Kong Hu Cu (Confusius) dalam menciptakan Tarikh Imlek dan sebagainya, tentu bukan ilham wantahan (vulgar). Tarikh sebagai suatu sistem pegangan waktu bagi berbagai umat, tentulah diciptakan/didekritkan setelah proses „ilham‟ yang sudah transcendental ke alam „dimensi ke-4‟, serta melalui kecanggihan akurasi ataupun sofistikasi pemikiran dan perhitungan-perhitungan astronomic dan sangat makrokosmis, serta didorong oleh „radiasi para energi doyo linuwih‟ (RPEDL) tertentu. Sebab, seperti diketahui pada setiap model ciptaan tarikh atau pada sistem Penanggalan, selalu saja diikuti oleh berbagai „suplemen‟ rincian berdimensi ‘astrofalakiah’. Sebagai misal, pada lingkup sistem tarikh Masehi, akan kita dapati Astrologi, Palmistry dan lain-lain. Pada Tarikh Imlek, maka hitungan falakiah ramal-penujuman PATKWA ciptaan Raja Hok Hi (Fu Hsi) ternyata sudah dipergunakan sejak 59 abad yang lalu. Maka „suplemen‟ Tarikh Jawi, juga bukan main komplitnya. Mungkin bahkan yang paling komplit. Hal ini bisa kita simak dalam berbagai Primbon Jawi. Berbeda dengan tingkat epistemology dan ontology pada dimensi penciptaan sistem Tarikh, maka dimensi penciptaan „suplemen-suplemen‟ ini justru tampak lebih misterius, dis-epistemologik dan bahkan dis-ontologik. Kita ambil contoh misalnya dalam „suplemen‟ Tarikh Jawi. Unsur daur HARI dan PASARAN di dalam Primbon Jawi itu telah diberi index atau valensi yang biasa disebut NEPTU. Dengan demikian setiap masing-masing HARI dan masing-masing PASARAN telah diberi valensi-valensi tertentu oleh ‘legenda’. Meskipun sudah ada rujukan rasionalisasi tentang perhitungan ketemunya formulasi legenda NEPTU, tetapi agaknya belum legitimatif secara keilmiahan karena belum pernah terjadi apresiasi antar para pakar Tarikh Jawi untuk menjumbuhkan (menyesuaikan) epistemoloi dan ontology deskripsinya secara „legitimate‟.

Senin, 25 April 2011

Budaya Internet

Ketika mendengar kata internet kita semua pasti tahu apakah definisi tersebut. Internet berperan penting dalam era globalisasi seperti sekarang ini apalagi di Indonesia sudah banyak tersedia warnet (warung internet) bahkan penyedia jaringan internet (ISP / Internet Service Provider) yang harganya sangat terjangkau sekarang, mulai dari yang 30ribu rupiah perbulan hingga yang jutaan rupiah. Dan dalam paper kali ini saya akan membahas tentang budaya internet.
Sebelum lebih lanjut saya akan menjelaskan definisi dari budaya terlebih dahulu. Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.
Dan selanjutnya saya mengutip dari beberapa situs untuk mendapatkan informasi tentang budaya internet itu sendiri dan tentunya tidak lupa dalam mencantumkan alamat web tersebut sebagai sumber asal.
“Internet adalah sebuah sistem global jaringan komputer yang saling berhubungan yang menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP / IP) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia. Ini adalah jaringan dari jaringan yang terdiri dari jutaan swasta, publik, bisnis akademik,, dan jaringan pemerintah, dari lokal untuk lingkup global, yang dihubungkan oleh sebuah array yang luas dari teknologi jaringan elektronik dan optik. Internet membawa berbagai macam sumber informasi dan jasa, seperti dokumen hypertext antar-link dari World Wide Web (WWW) dan infrastruktur untuk mendukung surat elektronik.
Kebanyakan media komunikasi tradisional termasuk telepon, musik, film, dan televisi sedang dibentuk kembali maupun didefinisikan ulang oleh Internet. Surat kabar, buku dan penerbitan cetak lainnya yang harus beradaptasi dengan situs Web dan blog.Internet telah diaktifkan atau mempercepat bentuk-bentuk baru interaksi manusia melalui pesan instan, forum Internet, dan jaringan sosial. belanja online meningkat drastis baik untuk gerai ritel besar dan pengrajin kecil dan pedagang. Business-to-bisnis dan jasa keuangan di internet mempengaruhi rantai pasokan di seluruh industri.
Asal-usul Internet mencapai kembali ke tahun 1960-an dengan kedua penelitian swasta dan Amerika Serikat militer ke jaringan komputer kuat, fault-tolerant, dan didistribusikan. Dana tulang punggung baru AS oleh National Science Foundation, serta pendanaan swasta untuk tulang punggung komersial lainnya, menyebabkan partisipasi seluruh dunia dalam pengembangan teknologi jaringan baru, dan penggabungan banyak jaringan.Komersialisasi dari apa yang oleh maka jaringan internasional pada pertengahan tahun 1990 mengakibatkan populerisasi dan penggabungan ke dalam hampir setiap aspek kehidupan manusia modern. Pada 2009, diperkirakan seperempat penduduk bumi menggunakan layanan Internet.
Internet tidak memiliki sentralisasi pemerintahan baik dalam implementasi teknologi atau kebijakan untuk akses dan penggunaan; setiap jaringan konstituen menetapkan standar sendiri. Hanya melampaui batas definisi dari dua ruang nama utama di Internet, Internet Protocol ruang alamat dan Domain Name System, yang diarahkan oleh organisasi pengelola, Internet untuk Corporation Ditugaskan Nama dan Nomor (ICANN).Fondasi teknis dan standarisasi protokol inti (IPv4 dan IPv6) adalah kegiatan Internet Engineering Task Force (IETF), sebuah organisasi non-profit dari peserta internasional longgar berafiliasi bahwa siapa pun dapat mengaitkan dengan dengan menyumbangkan keahlian teknis.
Sumber: http://raoulsalsabil.wordpress.com/2010/10/24/budaya-internet/ “

“Jumlah pengguna Internet yang besar dan semakin berkembang, telah mewujudkan budaya internet. Internet juga mempunyai pengaruh yang besar atas ilmu, dan pandangan dunia. Dengan hanya berpandukan mesin pencari seperti Google, pengguna di seluruh dunia mempunyai akses internet yang mudah atas bermacam-macam informasi. Dibanding dengan buku dan perpustakaan, Internet melambangkan penyebaran(decentralization) / pengetahuan (knowledge) informasi dan data secara ekstrim.
Perkembangan Internet juga telah mempengaruhi perkembangan ekonomi. Berbagai transaksi jual beli yang sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan cara tatap muka (dan sebagian sangat kecil melalui pos atau telepon), kini sangat mudah dan sering dilakukan melalui Internet. Transaksi melalui Internet ini dikenal dengan nama e-commerce.
Sumber: http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/10/budaya-internet/ “

Dunia internet pun mulai di dominasi oleh gadget-gadget seperti smartphone, komputer tablet dan lain – lain. Gadget yang sangat “hot” di Indonesia sekarang ini masih dipegang oleh blackberry. Mengapa blackberry? Karena blackberry mempunyai suatu layanan komunikasi tersendiri yang hanya bisa digunakan antar sesama blackberry yaitu BlackBerry Messenger atau yang biasa disingkat BBM. Awalnya blackberry ini digunakan untuk keperluan berbisnis akan tetapi sekarang blackberry menjadi sebuah trend tersendiri dikalangan remaja, ada yang bilang “ pake bb gak gaul ” dan lain sebagainya. Bisa disimpulkan disini bahwa blackberry hanya digunakan sebagai fashion dan tidak dipergunakan sebagaimana mestinya. Selain blackberry pun banyak sekali gadget-gadget yang sangat-sangat terjangkau dan jauh lebih canggih daripada blackberry yaitu gadget yang memakain OS Android (Sebuah Operating System besutan google untuk mobile platform), sayangnya sendiri budaya blackberry sudah terkontaminasi sebagai media untuk gengsi atau “ gaya – gayaan ”.

“Smartphone kini menjadi suatu kebutuhan bagi banyak orang. Tak hanya dari kalangan orang dewasa saja atau para pekerja tingkat menengah ke atas, kini anak muda sekarang pun banyak yang menggunakannya.
Beragam golongan menggunakannya. Mulai dari nenek kakek, ayah ibu, orang dewasa, para mahasiswa dan mahasiswi, para siswa-siswi SMP-SMA, bahkan anak SD.
Contoh SmartPhone yang marak masa kini adalah BlackBerry(BB). Segala jenis dari mereka, mulai dari yang primitif semisal Curve 8300, sampai versi canggih semisal Bold dan Onyx. BB menjadi trend tersendiri. Popularitas BB di kalangan anak remaja memang pesat luar biasa. Bak meteor yang jatuh ke bumi tak bisa dihalangi lagi. Terus melaju dahsyat dan banayk anak remaja yang menggunakannya.
Mengapa BB itu dijadikan Smartphone yang paling marak dikalangan remaja dan anak-anak? Ya….,karena BB itu canggih dan dapat diumpamakan sebagai laptop mungil yang fleksibel. Juga karena BB mewakili laptop dan gadget yang lainnya. Sebab itulah banyak para remaja memilih BB, singkatnya, mempermudah komunikasi, dan juga gengsi hehehehe. Hari gini nggak pakai BB, apa kata dunia???
Banyak pendapat dilontarkan anak remaja. Contohnya pendapat Caca siswa dari kelas 7D SMP Labschool jakarta yang sudah lama memakai BB. Dia merasa sangat dimudahkan dengan adanya BB. Caca sudah 1 tahun memakai BB sebagai alat komunikasi dan informasi. Sebagai pelajar ia memilih BlackBerry Javelin, “Gue ngerasain dengan bentuknya yang tidak terlalu besar dengan kamera 3,2 Mpix sangat cocok dengan gue banget”, ujar cewek manis berambut panjang ini. Harganya pun juga cocok dengan kantong Caca sekarang ini. Maklumlah masih ngarep dari ortu. Karena sekarang harga BB lumayan relatif murah bagi orang-orang yang tergolong setengah mampu atau biasa disebut menengah keatas.
Tetapi, ada dampak negatif dari BlackBerry loh! BB bisa membuat orang ketagihan, sehingga terlalu fokus dan berkonsentrasi dengan dunianya sendiri( BlackBerry-nya), sehingga kita menjadi semi-autis, kurang peduli, dan terfokus/berkonsentrasi dengan lingkungan sekitar di dunia nyata, serta jadi kurang berkonsentrasi dengan pelajarannya dan kewajiban-kewajiban yang semestinya dilakukan, serta yang lebih bahaya lagi, anak-anak remaja dapat membuka situs-situs yang membahayakan, dalam artian haram dibuka, seperti situs porno, dan lain-lain. Kata Tasya dan Cissa yang sama-sama memiliki javelin, “BlackBerry memang praktis”. Wajar saja bila popularitasnya naik di kalangan anak remaja.
Sumber: http://teknologi.kompasiana.com/internet/2010/04/11/popularitas-blackberry-di-kalangan-anak-remaja/ “

“Barcelona - Perang ponsel pintar kian panas, namun Reserarch In Motion (RIM) selaku produsen BlackBerry tak merasa gentar. Malah mereka mengklaim, BlackBerry adalah satu-satunya perangkat yang dapat bekerja saat krisis terjadi.

Krisis dimaksud adalah krisis bandwidth internet karena seiring lonjakan popularitas smartphone, jaringan mobile operator telekomunikasi bakal kian dibebani.

"BlackBerry adalah satu-satunya perangkat yang akan bekerja dalam situasi krisis. Alasannya, BlackBerry lima kali lebih efisien soal pengiriman e-mail dan baterainya awet," ujar pendiri dan bos RIM, Mike Lazaridis.

Lazaridis mengklaim, layanan e-mail BlackBerry menggunakan kapasitas lebih rendah dibanding sistem e-mail yang lain. Bahkan soal ini ia membandingkan, beban lima BlackBerry sama dengan 1 ponsel iPhone.

Selain itu, browser WebKit baru BlackBerry juga didesain hanya memakai sepertiga kapasitas bandwidth jika dibandingkan dengan rival. Dan untuk alasan hemat bandwidth pula, pihak BlackBerry tak ingin terlalu jor-joran soal pengembangan aplikasi.

"Semua operator akan mengalami kekurangan kapasitas dalam 5 tahun ke depan. Dengan setia pada aplikasi kami, kami memberi nilai tambah bagi jaringan mereka," ucap Lazaridis seperti detikINET kutip dari Telegraph, Rabu (17/2/2010).

Di sisi lain, Lazaridis menyatakan salah satu pilar bisnis mereka saat ini adalah banyaknya kaum muda yang gandrung BlackBerry. Handset yang sejatinya untuk pebisnis ini digemari remaja karena fasilitas keyborad Qwerty dan messaging.
Sumber: http://www.detikinet.com/read/2010/02/17/122606/1301254/317/-hanya-blackberry-bisa-bekerja-saat-operator-krisis- “

Dan pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa peran gadget dalam budaya internet bisa menjadi suatu ajang untuk gengsi saja bagi para pengguna yang merasa dirinya tidak mau kalah “gaul” dari teman-temannya, dan juga menjadi suatu media yang sangat diperlukan dalam hal berkomunikasi (pengguna seperti ini cenderung cerdas). Budaya berinternet pun juga sama, bisa menimbulkan dampak negatif bagi yang memanfaatkannya untuk keburukan, sedangkan internet mempunyai banyak sekali dampak positifnya. Semuanya bergantung pada end user ( pengguna )

Minggu, 10 April 2011

WALL-E

WALL-E


Film ini mengisahkan tentang romansa antara kedua robot, yakni WALL-E (pihak laki-laki) dan eve (pihak perempuan). WALL-E yang awalnya hanyalah robot biasa, namun terus berevolusi menjadi sebuah robot yang berperasaan. Apalagi dia sering menonton sebuah video film lawas tentang kisah cinta dan dansa. Sedangkan eve adalah robot yang lebih canggih. Meski awalnya dia cukup kaku dan tegas, namun begitu bertemu WALL-E yang lucu dan polos, eve bisa tertawa. Romantisme mereka semakin didukung oleh lagu-lagu cinta yang beberapa kali menjadi backsound.
Hampir disetiap menit nya saya dibuat terkagum-kagum oleh film ini. Mulai dari sinematografi, animasi, background musik, pesan moral, hal-hal yang lucu, indah, romantis, dan menegangkan. Bisa dibilang seluruh adegan di film WALL-E adalah momen-momen terbaik. Namun jika diharuskan memilih satu atau dua momen terbaik, maka saya akan memilih saat ketika WALL-E dan eve berdansa di luar angkasa. sungguh indah dan menakjubkan. Momen-momen pada awal film juga keren banget, saat menunjukkan kondisi bumi yang sudah bobrok dan tidak layak huni, (apalagi dengan latar musik yang membangkitkan ironi). Serta kesendirian WALL-E dalam menikmati hidup (dan hanya ditemani seekor kecoa).
Pada awal abad ke-22, sebuah perusahaan “raksasa” Buy N Large (BnL) menguasai perekonomian di Bumi, termasuk pemerintahan. Akibat dipenuhi sampah yang tidak didaur-ulang, maka Bumi menjadi sangat tercemar oleh sampah-sampah elektronik, sehingga kelangsungan hidup manusia menjadi terancam. Untuk mencegah kepunahan manusia, Shelby Forthright (Fred Willard) selaku CEO Buy N Large, melakukan pengungsian massal dari Bumi selama lima tahun di atas armada kapal luar angkasa eksekutif bernama axiom yang menyediakan setiap keperluan manusia, dan dilengkapi dengan robot-robot yang semuanya berjalan secara otomatis untuk melayani kebutuhan manusia.
Ratusan-ribu unit robot penghancur sampah yang dinamai dengan WALL•E ditinggalkan di Bumi untuk membersihkan Bumi. Robot-robot tersebut diprogram untuk memadatkan dan menumpuk sampah-sampah elektronik yang telah memenuhi seluruh daratan di Bumi, agar memudahkan untuk peleburan. Tumpukan sampah-sampah elektronik telah dipadatkan dan dikumpulkan oleh robot-robot WALL•E, tumpukan sampah tersebut telah setinggi gedung pencakar langit. Namun, proyek ini dibatalkan karena Forthright memperkirakan bahwa pada tahun 2110 Bumi sudah terlalu tercemar dan sudah tidak memungkinkan untuk dihuni oleh manusia. Pada tahun 2815, kira-kira 700 tahun kemudian, hanya satu WALL•E yang masih berfungsi.
Berabad-abad kehidupan telah dilalui oleh WALL•E, sehingga ia memiliki kecerdasan yang lebih baik dan rasa keingin-tahuan. Ia gemar mengoleksi barang-barang yang menarik di tumpukan sampah yang memenuhi Bumi, mengambil onderdil untuk suku cadangnya dari WALL•E lain yang sudah tidak aktif. Ia sering menonton film musikal tahun 1969 yang berjudul Hello, Dolly! dari kaset video. Video lainnya yang ia nikmati adalah Put on Your Sunday Clothes, dan adegan berpegangan tangan dalam video “It Only Takes a Moment” yang mengajarnya memiliki perasaan.
Pada suatu hari, WALL•E menemukan sebuah bibit tumbuhan, lalu menanamnya dalam sebuah sepatu usang. Tidak lama kemudian, sebuah kapal luar angkasa mendarat di Bumi dan mengeluarkan EVE (Elissa Knight), sebuah robot perempuan yang dikirim oleh pesawat raksasa yang bernama Axiom, ia diprogramkan untuk mencari tanda-tanda kehidupan flora di Bumi. WALL•E jatuh cinta pada pandangan pertama dengannya, EVE juga mengagumi kepribadian WALL•E. Sungguh disayangkan, ternyata cinta WALL•E tidak terbalaskan, karena EVE diprogramkan untuk mencari keberadaan tumbuhan di Bumi. Saat WALL•EWALL•E berusaha melindungi tubuh EVE yang tidak berstatus non-aktif sampai EVE diambil kembali oleh pesawat yang mengantarnya ke Bumi. Dengan rasa gelisah dan panik, WALL•E mengejar pesawat itu. WALL•E berhasil menyusup ke dalam pesawat Axiom. menunjukkan bibit tumbuhan yang ditemukannya kepada EVE, EVE menyimpan bibit itu ke dalam tubuhnya, setelah itu EVE menjadi non-aktif secara otomatis.
Setelah berabad-abad hidup dalam mikrogravitasi, manusia di pesawat Axiom banyak kehilangan kalsium, sehingga membuat mereka menjadi sangat gemuk dan tidak mampu berdiri atau berjalan. Aktivitas manusia sepenuhnya dilayani oleh robot. Pilot pesawat Axiom adalah Kapten B. McCrea (Jeff Garlin) juga memerintahkan segala tugasnya kepada sistem autopilot pesawat yang bernama AUTO (suara program MacInTalk). Saat WALL•E mengikuti EVE ke dalam kapal, kelakuannya yang tidak biasa, menyebabkan manusia dan robot bertindak tidak seperti biasanya. Khususnya M-O, robot dekontaminasi yang diprogramkan untuk membersih setiap pencemaran di dalam pesawat , ia mengejar WALL•E supaya ia dapat membersihkan kotoran asing yang bersumber dari Bumi, dan dua orang manusia bernama John (John Ratzenberger) dan Mary (Kathy Najimy) yang sebelumnya hanya melihat melalui media elektronik berupa monitor, sehingga mereka melihat pemandangan secara langsung karena WALL•E membuat mereka terlepas dari monitor yang terpasang di tempat duduk mereka.
Setelah sampai di dalam pesawat, EVE diaktifkan kembali dan diprogram untuk mengantar bibit tadi kepada McCrea agar diletakkan dalam alat pendeteksi yang dinamai holo-detector. Alat tersebut adalah sebuah mesin pendeteksi yang berfungsi memberikan
informasi bahwa manusia dapat kembali hidup di Bumi, dan akan mengembalikan manusia ke Bumi secara otomatis setelah mendeteksi bibit tadi yang merupakan pedoman yang memungkinkan manusia untuk kembali hidup di Bumi. Sewaktu akan mendeteksi tumbuhan yang terdapat dalam tubuh EVE, bibit itu hilang. EVE dianggap telah rusak dan dikirim ke bagian perbaikan robot bersama WALL•E. Saat EVE diperiksa, WALL•E menyangka EVE akan dihancurkan oleh mesin pemeriksa tersebut, lalu ia merampas senjata plasma EVE dan menembakkannya, sehingga membebaskan robot-robot rusak lainnya di ruang perbaikan. Tindakan WALL•E menjadi ancaman bagi setiap penghuni pesawat Axiom, EVE dan WALL•E menjadi buronan yang dianggap robot berbahaya. EVE yang tidak tahan dengan sikap WALL•E, mencoba mengantarnya kembali ke Bumi dengan menggunakan sebuah kabin.
Saat asisten utama McCrea (GO-4) tiba dan menyimpan bibit yang hilang itu ke dalam kabin; GO-4 yang mencurinya tanpa diketahui McCrea. Melihat bibit tersebut, WALL•E memasuki kabin tempat diletaknya bibit tersebut. GO-4 akan menghancurkan kabin tersebut dengan mengaktifkan program penghancuran secara otomatis sehingga akan meledak setelah hitungan mundur 20 detik. Saat itu WALL•E berada di dalam kabin tersebut, namun WALL•E berhasil meloloskan diri bersama bibit itu sedetik sebelum musnahnya kabin tadi. EVE lega karena WALL•E menyelamatkan bibit itu dan mereka terbang dengan bahagianya di angkasa sekitar pesawat Axiom.
EVE dan WALL•E mengembalikan bibit itu kepada McCrea. Kapten McCrea ingin mengetahui bagaimana keadaan Bumi pada saat ini, lalu McCrea memutar rekaman yang direkam oleh kamera yang terpasang pada EVE, yang membuat EVE menyaksikan usaha WALL•E melindunginya ketika ia dalam status non-aktif. Akhirnya, EVE juga jatuh cinta pada WALL•E. Terpesona oleh gambar-gambar kehidupan zaman dulu di Bumi sebelum berdirinya Buy N Large, McCrea perihatin melihat kerusakan alam di Bumi yang digambarkan dalam rekaman EVE. Kemudian McCrea merencanakan agar manusia kembali ke Bumi untuk memulihkan segalanya. Namun, AUTO menegaskan bahwa manusia tidak boleh kembali ke Bumi, lalu ia terpaksa menampilkan tayangan berupa rekaman Shelby Forthright yang memerintahkan semua autopilot agar tidak mengembalikan manusia ke Bumi, karena proyek pembersihan yang diusahakan telah gagal. AUTO yang dirancang untuk menuruti perintah tersebut, memberontak dan membuang bibit tumbuhan tersebut. Dalam memperebutkan bibit itu, AUTO dengan ganasnya menyerang WALL•E yang mencoba melindungi bibit itu dan menekan tombol non-aktif di badan EVE. WALL•E dan EVE dibuang ke tempat pembuangan sampah bersamaan dengan bibit tadi, dan mengunci McCrea di dalam kamarnya.
Di tempat pembuangan sampah, EVE kembali aktif setelah sebuah tombol yang ada di dada EVE tersentuh oleh serangga. EVE berusaha mencari WALL•E, setelah menemukannya EVE melihat WALL•E telah rusak berat. Ia berusaha memperbaiki WALL•E, tapi usahanya sia-sia karena tidak ada komponen tubuh WALL•E yang cocok dengan yang ia temukan. Pada saat proses pembuangan sampah diaktifkan, gerbang pembuangan terbuka. Saat itu juga datang M-O yang mengejar WALL•E karena ingin membersihkan kotoran asing yang melekat di tubuh WALL•E. Kemudian M-O terjepit gerbang yang tertutup setelah sampah beserta WALL•E dan EVE dikeluarkan dari tempat pembuangan. Gerbang tidak sepenuhnya tertutup karena M-O terjepit pada gerbang saat mengejar WALL•E untuk membersihkan kotoran asing. Kesempatan ini digunakan oleh EVE untuk menyelamatkan diri dari pembuangan.
Setelah berhasil menyelamatkan diri dari tempat pembuangan sampah dengan bantuan M-O, EVE menolak perintah otomatis yang telah diprogramkan untuk membawa bibit ke pesawat. Ia masih berusaha untuk memperbaiki WALL•E, tapi WALL•E berharap EVE menuruti perintah tersebut sambil mengingatkan EVE jika seandainya mereka berhasil kembali ke Bumi, WALL•E dapat diselamatkan dengan suku cadang yang disimpannya.
WALL•E dan EVE membawa bibit tadi untuk diletakkan di mesin pendeteksi yang ada di pesawat Axiom dengan bantuan M-O. Mereka berdua dibantu McCrea yang menyuruh mereka agar cepat ke mesin pendeteksi tersebut, mereka juga dibantu robot-robot rusak yang membantu mereka dengan melawan robot-robot penjaga. McCrea membohongi AUTO dengan mengatakan bahwa bibit itu ada padanya, dengan mengelabui AUTO melalui visual dari monitor. Kemudian AUTO mendatangi McCrea, lalu mereka berkelahi. McCrea berhasil mengaktifkan mesin pendeteksi, mengakibatkan AUTO memiringkan posisi Axiom, mengakibatkan manusia-manusia yang tidak dapat berjalan menjadi berjatuhan dan tertumpuk di sudut pesawat. Auto mencoba menutup mesin pendeteksi tersebut, namun ditahan WALL-E dengan mengorbankan tubuhnya. McCrea berusaha untuk berdiri dan berjalan untuk mendekati dan mengalahkan AUTO. Pada saat perkelahian dengan AUTO, McCrea melihat tombol merah yang terbuka di bagian tubuh AUTO. Lalu McCrea menekan tombol tersebut, sehingga AUTO yang merupakan pengendali pesawat Axiom menjadi berstatus manual. McCrea dapat dengan sepenuhnya mengendalikan AUTO, dan mengembalikan posisi Axiom ke posisi semula. Akhirnya, bibit berhasil dimasukkan ke dalam mesin pendeteksi (holo-detector), dan melepaskan WALL•E yang bertambah rusak karena terjepit mesin pendeteksi yang akan menutup. Setelah bibit tadi dimasukkan ke dalam holo-detector, pesawat Axiom menuju ke Bumi dengan kecepatan cahaya.
Setelah mendarat di Bumi, EVE bergegas memperbaiki dan menghidupkan kembali WALL•E dengan menggunakan suku cadang yang ada di tempat tinggal WALL•E. Sayangnya, WALL•E telah rusak berat dan hampir semua komponennya ditukar oleh EVE dengan yang baru. Meskipun WALL•E telah diperbaiki dengan sempurna, tapi WALL•E bukanlah WALL•E yang dikenal EVE. WALL•E telah menjadi WALL•E yang diprogram untuk mengerjakan tugasnya dan tidak memiliki perasaan dan ingatan yang dimiliki WALL•E yang EVE kenal. EVE sedih karena WALL•E yang dicintainya sudah tiada, EVE memegang tangan WALL•E lalu menempelkan kepalanya ke kepala WALL•E (bermakna ciuman). Percikan listrik dari “ciuman” tadi memulihkan ingatan dan kepribadian WALL•E, lalu dia dapat mengingat EVE dan bahagia karena dapat berpegangan tangan dengan EVE.
Manusia dan robot bekerjasama dalam memperbaiki kehidupan di Bumi dengan harapan baru, di bawah pimpinan McCrea. Akhirnya, kehidupan yang normal dapat dinikmati kembali oleh manusia. Seiring waktu dan kerjasama manusia dengan robot, Bumi kembali normal seperti sedia kala. Mengenai kelanjutan kehidupan manusia beserta para robot di Bumi, dapat dilihat pada lukisan-lukisan yang terdapat pada kredit penutup dalam film animasi ini.

The Ascent of Man – The Grain in The Stone

The Ascent of Man – The Grain in The Stone

John Milton menjelaskan dan Willian Blake yang menggambarkan bagaimana bentuk dari bumi saat dilanda satu pergerakan dari kompas Tuhan. Tetapi sangat berlebihan jika hanya melihat dari gambar statisnya saja dimana gambar tersebut sebagai proses alamiah dari bumi. Bumi kita ini sudah ada selama lebih dari empat ribu juta tahun yang lalu. Selama waktu tersebut, sudah terbentuk dan berubah menjadi dua jenis tindakan. Kekuatan yang tersembunyi di dalam bumi telah menggoyahkan lapisan bumi dan mengangkatnya lalu telah menggeser beberapa daratan menjadi pulau-pulau kecil. Dan pada permukaannya, terjadinya erosi salju serta curah hujan disertai badai dan arus laut, dari matahari dan angin lalu membentuk bumi (pulau-pulau kecil tersebut) menjadi sebuah arsitektur yang alami.
Penemuan-penemuan ilmiah dibuat selama sepuluh ribu tahun terakhir-dari domestikasi gandum dalam 8.000 SM ke struktur heliks ganda DNA pada 1950-an. He describes the tools that extend the human hand as an instrument of vision- they reveal new structures and make it possible to put them together in imaginative combinations. Dia menjelaskan alat-alat yang memperpanjang tangan manusia sebagai instrumen visi-mereka mengungkapkan struktur-struktur baru dan memungkinkan untuk menempatkan mereka bersama-sama dalam kombinasi imajinatif.
John Milton menjelaskan dan Willian Blake yang menggambarkan bagaimana bentuk dari bumi saat dilanda satu pergerakan dari kompas Tuhan. Tetapi sangat berlebihan jika hanya melihat dari gambar statisnya saja dimana gambar tersebut sebagai proses alamiah dari bumi. Bumi kita ini sudah ada selama lebih dari empat ribu juta tahun yang lalu. Selama waktu tersebut, sudah terbentuk dan berubah menjadi dua jenis tindakan. Kekuatan yang tersembunyi di dalam bumi telah menggoyahkan lapisan bumi dan mengangkatnya lalu telah menggeser beberapa daratan menjadi pulau-pulau kecil. Dan pada permukaannya, terjadinya erosi salju serta curah hujan disertai badai dan arus laut, dari matahari dan angin lalu membentuk bumi (pulau-pulau kecil tersebut) menjadi sebuah arsitektur yang alami.

Manusia juga ikut serta menjadi bagian dalam pembentukan arsitektur di lingkungannya, tetapi ia tidak mengerahkan kekuatan sepenuhnya dalam pembentukan alam seperti yang terjadi secara alamiah oleh alam itu sendiri. Metode manusia dalam kasus ini adalah menyeleksi dan menyelidiki : yaitu pendekatan intelektual manusia dimana sebuah tindakan bergantung pada sebuah pemahaman. Saya akan mencoba memahami dan mengikuti sejarah dalam kebudayaan di Dunia Baru yang merupakan dunia termuda daripada Eropa dan Asia. Penelitian saya dimulai dari tengah di equator Afrika, karena disanalah awal dari peradaban manusia dan penelitian kedua saya mengarah ke Timur, karena disanalah permulaan dari kependudukan itu sendiri. Sekarang waktunya mengingat kembali bagaimana manusia bisa selalu mengikuti perkembangan bumi dengan baik.
Canyon de Chelly yang terdapat di Arizona merupakan daratan tanpa angin, tempat rahasia dimana disanalah hidup salah satu suku Indian selama dua ribu tahun yang lalu, sejak lahirnya Kristus : lebih lam dari tempat lainnya di daerah Amerika Utara. Tuan Thomas Browne memunculkan kalimat : ”Para pemburu telah sampai di Amerika dan mereka telah melewati tidur pertamanya di Persia.” Saat kelahiran Kristus, para pemburu telah menyelesaikan tugasnya di pertanian di daerah Canyon de Chelly dan memulai semuanya dengan langkah-langkah dari perjalanan hidup manusia dari saat mengambil bulan sabit di daerah Timur Tengah.
Kenapa dimulainya kependudukan terlalu lambat datang di Dunia aru ini daripada di Dunia Lama? Terbukti karena manusia adalah yang lama datang ke Dunia Baru tersebut. Manusia datang sebelum kapal-kapal mengundangnya, yang menunjukkan bahwa mereka datang disaat kemarau hadir di selat Bering disaat bentuk mereka lebar seperti daratan yang menjembatani selama berakhirnya Jaman Es. Poin-poin bukti glaciological terhadap dua kemungkinan waktu disaat manusia mungkin telah mengembara dari tanjung timur di Dunia Lama melewati Siberia menuju daratan berbatu di Alaska bagian barat tepatnya di bagian Dunia Baru selama kurang lebih 28,000 SM dan 23,000 SM, dan yang lainnya selama 14,000 SM dan 10,000 SM. Setelah banjir melanda begitu juga dengan banjir lumpur menjadi akhir dari peradaban Jaman Es dan menaikkan jumlah air lagi selama beribu-ribu kaki dan menurunkan kunci dari sebuah habitat dari Dunia Baru.
Itu berarti bahwa manusia datenag dari Asia menuju ke Amerika selambat-lambatnya sepuluh ribu tahun yang lalu dan secepat-cepatnya lebih dari tiga puluh ribu tahun yang lalu. Dan mereka semestinya bisa sekaligus datang semua dalam satu waktu. Ini adalah bukti dari arkeolog yang telah ditemukan (seperti pada lokasi awal beserta dengan alat-alatnya) itu terpisah menjadi dua aliran kebudayaan yang datang ke Amerika. Dan sebagian menjelaskan kepadaku, ada bukti biologis yang samar-samar terlihat namun meyakinkan bahwa saya hanya bisa menafsirkan bahwa manusia tersebut datang dalam dua kelompok migrasi secara berturut-turut.
Suku Indian yang ada di daerah Timur dan Selatan Amerika tidak memiliki darah keturunan dari semua populasi yang ditemukan pada tempat lainnya. Sekilas yang tampak menarik dari nenek moyang mereka adalah terungkapnya kekhasan biologis yang dimiliki oleh nenek moyang mereka secara tak terduga.
Ketika Inca jatuh ke Spanyol pada tahun 1532 mereka hanya ada di tahap ini. Peradaban mereka dipotong menjadi pendek sebelum datang dengan roda, lengkungan atau bahkan cara menulis. Mereka terus menerus membuat catatan pada string rajutan disebut quipu, tetapi hanya mencatat angka bukan kata-kata. Orang-orang Yunani, meskipun cinta yang besar mereka tidak simetris, tidak pernah datang dengan sebuah lengkungan. Itu adalah penemuan Romawi. Dengan menyebarkan beban itu memungkinkan kolom untuk menahan berat badan lebih atau menyebar jauh terpisah. Lengkungan Romawi dan kemudian satu Arab didasarkan pada lingkaran. Seribu tahun kemudian sekitar tahun 1100 datang lengkungan Gothic, oval atau lengkungan runcing katedral Gothic di Eropa bagian utara. Dengan menyebarkan beban bahkan lebih dari lengkungan Romawi, bangunan bisa naik sampai empat puluh meter. Dan karena lengkungan, bukan dinding, yang mengangkat bangunan, dimungkinkan seperti jendela besar dengan kaca patri. Lengkung Gothic adalah terobosan besar terakhir dalam arsitektur sampai tahun 1800-an dengan munculnya bangunan dibuat dengan kerangka baja.
Manusia membangun katedral Gothic bukan karena manusia tersebut membutuhkan sesuatu energi yang besar, gereja-gereja yang indah, tapi karena manusia tersebut bisa. Manusia suka membuat hal-hal, begitu banyak sehingga ia sering membuat mereka lebih baik daripada apa yang dia terima sebelumnya. Yang pada gilirannya memungkinkan hal untuk digunakan di luar tujuan mereka, mengarah ke cara-cara baru dalam melakukan sesuatu atau membuat suatu teknologi. Mengambil hal-hal yang terpisah dan menempatkan mereka kembali bersama-sama, meletakkan dasar selama lebih dari sekedar arsitektur dan kota-kota tetapi juga untuk pemahaman baru tentang alam atau yang saat alam menjadi sebuah ilmu pengetahuan. Setelah berhasil berburu dan akhirnya bisa melawan kerasnya isi bumi ini manusia ternyata butuh yang namanya tempat tinggal, disini manusia pertama hanya tinggal di dalam bangunan–bangunan alamiah bumi dan akhirnya menciptakan sebuah tempat untuk berteduh dan terus menerus hingga kini, menjadikan bebarapa bangunan yang mampu menyentuh langit. Dengan ketinggian setinggi gunung.
Salah satu langkah terbesar manusia adalah munculnya tukang batu. Yang semula tinggal di gua - gua atau rumah - rumah yang terbuat dari alam di sekitarnya, sekarang manusia sudah membangun rumahnya dari kayu dan batu dan batu bata. Mungkin tampak seperti sebuah perubahan kecil tetapi sebenarnya itu adalah sebuah perubahan besar. Dan semakin lama kelamaan terbentuknya juga gedung, kota, dan bangunan - bangunan lainnya. Ini merupakan suatu pemahaman baru tentang alam yang menjelaskan bahwa sesuatu yang dapat anda ambil kesimpulannya secara terpisah, memahaminya lalu kemudian dimasukkan kembali dengan cara pemikiran yang lebih baru. Ada lagi pemahaman lainnya yaitu pemahaman munculnya kota-kota. Bahwa tidak hanya secara fisik dengan memberikan bangunan yang diperlukan, tetapi juga dengan memberikan pemahaman baru tentang masyarakat manusia sebagai sesuatu yang terbuat dari bagian - bagian yang bekerja bersama - sama. Sebuah kota terdiri dari orang-orang yang bekerja sama dengan cara tertentu. Caranya adalah dengan pembagian kerja, dengan memberikan komando. Cara pembagian kerja contohnya adalah seorang pria melakukan satu jenis pekerjaan dalam hidupnya dan menjadi sangat bagus dengan penemuan-penemuan baru. Tidak hanya para tukang batu, tetapi juga pengrajin lain. Sedangkan antai komando adalah sebuah kota atau orang-orang yang bertindak untuk mencapai hal-hal untuk kebaikan yang lebih besar, seperti pengendalian air irigasi. Informasi datang ke sebuah komandan atau penguasa di pusat.
Manusia mulai mengenal arsitektur bangunan dan patung, hal tersebut membuat manusia mulai berbudaya dan mengenalkan kita kepada hal tersebut. Budaya yang mendorong manusia ingin terus berimajinasi dan mengembangkan struktur-struktur baru. Sejak dari zaman-zaman sebelumnya, mereka sudah mengenal arsitektur-arstektur bangunan. Namun budaya mendorong mereka untuk dapat berimajinasi lebih untuk menciptakan hal-hal baru dalam kehidupa mereka.
Manusia membangun katedral Gothic bukan karena ia tiba-tiba dibutuhkan, tetapi karena ia bisa. Manusia senang sekali membuat hal-hal yang begitu banyak sehingga ia sering membuat sesuatu yang berguna dan lebih baik daripada dia harus merusak dunia. Yang pada gilirannya memungkinkan hal-hal yang akan digunakan di luar tujuan yang telah ditetapkan, mengarah pada cara-cara baru dalam melakukan perubahan sesuatu.
Perkembangan ini terlihat lebih dominan pada bangsa romawi yang menciptakan patung serta bangunan-bangunan megah dengan arsitektur yang sangat hebat dan dipadukan dengan imajnasi para penduduk serta perkembangan budaya yang mendukungnya. Pada dasarnya evolusi budaya-lah yang membuat manusia menjadi yang sekarang ini dengan proses yang panjang dan perkembangan pemikiran manusia yang ingin berubah lebih baik dari sebelumnya. Dengan memanfaatkan imajinasi mereka yang menyebabkan perkembangan ilmu dan teknologi dalam era sekarang ini.
Hubungannya cerita ini yaitu, semakin tua bumi ini, semakin banyak perubahan yang ada. Kita tinggal di bumi ini memiliki sejarah. Contohnya sejarah terbentuknya bumi ini kita dapat mengetahuinya karena adanya sejarah yang menceritakannya. Adanya bumi ini, karena adanya pula kehidupan, perkembangan, dan kemajuan dari jaman ke jaman. Dari jaman ke jaman itulah, bumi semakin berkembang. Hal ini didukung oleh, manusia yang sudah memiliki daya pikir yang cukup tinggi untuk memajukan dirinya, dan lingkungan yang ditempatinya. Kita sebagai manusia yang menempati lingkungan bumi, kita harus menjaganya dan merawatnya bukan merusaknya. Kita lakukan ini untuk kebaikan bersama agar bumi ini dapat bertahan lebih lama.
”Ilmu Arsitektur adalah ilmu yang selalu mengikuti sejarah perkembangan manusia. Sejak jaman manusia purba yang tinggal di goa-goa sampai abad ke-21 yang begitu modern, ilmu tersebut masih terus berkembang. Arsitektur adalah hasil dari “dialog” manusia dengan lingkungannya serta budayanya. Sejarah mencatat beberapa peninggalan sejarah seperti Piramid yang dibangun pada masa Fir’aun di Mesir, Kuil Parthenon yang didirikan sebagai tempat persembahan bagi Dewi Athena di Yunani, Bangunan Colosseum sebagai tempat bertarung para Gladiator di Roma, Italia dan masih banyak lagi peninggalan sejarah arsitektur yang tak ternilai harganya. Pada masa lampau banyak raja, kaum bangsawan, maupun orang-orang berpengaruh yang membuat monumen-monumen untuk diri mereka sendiri. Mereka ingin dikenang bahwa mereka telah mencapai “sesuatu yang besar” melebihi orang lain di jamannya”.
Pada zaman purbakala sekali manusia selalu hidup berpindah-pindah dari suatu tempat ketempat lain yang memiliki sumber makanan yang lebih mencukupi, namun lama kelaman manusia sudah mulai hidup menetap dengan membangun rumah sederhana yang hanya beratapkan daun-daun kering. Walaupun demikian berarti ini sudah membuktikan bahwa manusia pada zaman prasejarah sudah mengenal arsitektur walaupun masih sangat sederhana. Kemudian dari rumah yang hanya beratapkan daun-daun itu, manusia pada zaman berikutnya sudah mendirikan rumah yang sudah agak besar, namun atap yang mereka gunakan masih terbuat dari daun-daun kering. Lama kelamaan manusia semakin berkembang dengan pesat sehingga pada zaman berikutnya manusia sudah menggunakan kayu sebagai atap untuk rumah mereka. Dengan menggunakan kayu, keselamatan mereka akan perlindungan mereka sudah mulai terjamin. Arsitektur alam buku yang berjudul Ascent of Man ini menceritakan tentang keadaan sejarah bagaimana terbentuknya gedung-gedung tinggi, rumah, gereja, kota, dan bangunan-bangunan lainnya. Selain itu, mengeksplor tentang bentuk-bentuk arsitektur bangunan, dan inspirasi bagaimana bisa terbentuknya?
Ketika suku Inca jatuh ke tangan Spanyol pada 1532 mereka hanya pada tahap ini. Peradaban mereka dipotong pendek sebelum datang dengan roda, lengkungan atau bahkan menulis. Mereka menyimpan catatan pada string tersimpul disebut quipu, tetapi hanya angka yang tercatat bukan kata-kata. Orang-orang Yunani, meskipun cinta besar geometri, tidak pernah datang dengan lengkungan. Itu adalah penemuan Romawi. Dengan menyebarkan beban kolom diizinkan untuk memegang lebih banyak berat badan atau disebarkan jauh terpisah. Lengkungan Romawi dan kemudian Arab satu didasarkan pada lingkaran.
Seribu tahun kemudian pada 1100 Gothic terdengar lengkungan, oval atau menunjuk lengkungan dari katedral Gothic utara Eropa. Dengan menyebarkan beban lebih jauh daripada lengkungan Roma, bangunan bisa naik sampai 40 meter. Dan karena lengkungan, bukan dinding, sedang memegang bangunan, kemungkinan besar itu membuat jendela-jendela kaca-patri.
The Gothic arch adalah terobosan besar terakhir dalam arsitektur sampai 1800-an dengan munculnya bangunan-bangunan yang dibuat dengan kerangka baja. Manusia membangun katedral Gothic bukan karena ia tiba-tiba dibutuhkan besar, gereja-gereja yang indah, tetapi karena ia bisa. Manusia senang sekali membuat hal-hal, begitu banyak sehingga ia sering membuat mereka lebih baik daripada dia harus. Yang pada gilirannya memungkinkan hal-hal yang akan digunakan di luar tujuan yang telah ditetapkan, mengarah pada cara-cara baru dalam melakukan sesuatu – teknologi.
Mengambil hal-hal yang terpisah dan menempatkan mereka kembali bersama-sama meletakkan landasan bagi lebih dari sekadar arsitektur dan kota-kota tetapi juga bagi pemahaman baru tentang alam – yang pada waktu menjadi ilmu pengetahuan. Manusia mulai mengenal arsitektur bangunan dan patung, hal tersebut membuat manusia mulai berbudaya dan mengenalkan kita kepada hal tersebut. Budaya yang mendorong manusia ingin terus berimajinasi dan mengembangkan struktur-struktur baru. Sejak dari zaman-zaman sebelumnya, mereka sudah mengenal arsitektur-arstektur bangunan. Namun budaya mendorong mereka untuk dapat berimajinasi lebih untuk memciptakan hal-hal baru dalam kehidupa mereka. Perkembangan ini terlihat lebih dominan pada bangsa romawi yang menciptakan patung serta bangunan-bangunan megah dengan arsitektur yang sangat hebat dan dipadukan dengan imajnasi para penduduk serta perkembangan budaya yang mendukungnya.
Pada dasarnya evolusi budaya-lah yang membuat manusia menjadi yang sekarang ini dengan proses yang panjang dan perkembangan pemikiran manusia yang ingin berubah lebih baik dari sebelumnya. Dengan memanfaatkan imajinasi mereka yang menyebabkan perkembangan ilmu dan teknologi dalam era sekarang ini. Dari sifat manusia yang tidak pernah puas ini, maka manusia akan terus mencari jalan agar manusia dapat mencapai kesempurnaan untuk hal-hal yang mereka inginkan. Sehingga kemajuan arsitektur pun tidak akan terhenti begitu saja. Manusia akan membuat arsitektur yang akan mencatatkan sejarah sebagai arsitektur yang luar biasa di masanya. Pertanyaan yang timbul adalah bagaimana jika bumi kita ini sudah rusak dan lahan kita tidak mencukupi lagi akan bangunan gedung-gedung bertingkat, dimana manusia dapat menciptakan sebuah mahakarya jika sebagian manusianya berada dalam garis kemiskinan dan kehancuran.
Penemuan-penemuan ilmiah dibuat selama sepuluh ribu tahun terakhir dari domestikasi gandum dalam 8.000 SM ke struktur heliks ganda DNA pada 1950-an. “He describes the tools that extend the human hand as an instrument of vision- they reveal new structures and make it possible to put them together in imaginative combinations”. Dia menjelaskan alat-alat yang memperpanjang tangan manusia sebagai instrumen visi mereka mengungkapkan struktur-struktur baru dan memungkinkan untuk menempatkan mereka bersama-sama dalam kombinasi yang imajinatif. Di setiap diri menusia mempunyai hasrat untuk mengembangkan diri dalam kehidupan yang lebih maju. Dalam merealisasikannya, mereka mengeksplor diri mereka dalam mengembangkan kehidupan mereka itu sendiri. Mereka mebangun sejarah dalam membangun gedung yang tinggi,rumah sebagai tempat menetap, gereja sebagai tempat pemujaan. Dan bangunan-bangunan lainnya.
Adapun hubungannya dengan film wall-e. Bumi yang sekarang kita pijak ini pasti mempunyai sejarah perkembangannya sendiri. Dari detik ke detik, menit ke menit, jam ke jam, hari ke hari semua itu adalah perjalanan bagaimana bumi ini tercipta . jam yang kita rasakan saat ini menjadi bukti adanya saksi bisu yang menyaksikan perkembangan bumi. Jika adanya kerja sama antara manusia dan robot mungkin dapat dicapai hasil yang lebihmemuaskan lagi dari yang sekarang ini.Perkembangan bumi dari abad terdahulu berkembang sangat pesat seiring dengan perkembangan IPTEK yang menjadi dasar dari perkembangan bumi itu sendiri. Iptek itu menciptakan robot-robot yang mungkin bisa membantu manusia dalam menjalani hidupnya.
Ketika suku Inca jatuh ke tangan Spanyol pada 1532 mereka hanya pada tahap ini. Peradaban mereka dipotong pendek sebelum datang dengan roda, lengkungan atau bahkan menulis. Mereka menyimpan catatan pada string tersimpul disebut quipu, tetapi hanya angka yang tercatat bukan kata-kata. Orang-orang Yunani, meskipun cinta besar geometri, tidak pernah datang dengan lengkungan. Itu adalah penemuan Romawi. Dengan menyebarkan beban kolom diizinkan untuk memegang lebih banyak berat badan atau disebarkan jauh terpisah. Lengkungan Romawi dan kemudian Arab satu didasarkan pada lingkaran.The Gothic arch adalah terobosan besar terakhir dalam arsitektur sampai 1800-an dengan munculnya bangunan-bangunan yang dibuat dengan kerangka baja.Manusia membangun katedral Gothic bukan karena ia tiba-tiba dibutuhkan besar, gereja-gereja yang indah, tetapi karena ia bisa. Manusia senang sekali membuat hal-hal, begitu banyak sehingga ia sering membuat mereka lebih baik daripada yang dia terima sebelumnya. Yang pada gilirannya memungkinkan hal-hal yang akan digunakan di luar tujuan yang telah ditetapkan, mengarah pada cara-cara baru dalam melakukan sesuatu atau menciptakan teknologi
Perkembangan ini terlihat lebih dominan pada bangsa romawi yang menciptakan patung serta bangunan-bangunan megah dengan arsitektur yang sangat hebat dan dipadukan dengan imajnasi para penduduk serta perkembangan budaya yang mendukungnya. Pada dasarnya evolusi budaya-lah yang membuat manusia menjadi yang sekarang ini dengan proses yang panjang dan perkembangan pemikiran manusia yang ingin berubah lebih baik dari sebelumnya. Dengan memanfaatkan imajinasi mereka yang menyebabkan perkembangan ilmu dan teknologi dalam era sekarang ini.
”Ilmu Arsitektur adalah ilmu yang selalu mengikuti sejarah perkembangan manusia. Sejak jaman manusia purba yang tinggal di goa-goa sampai abad ke-21 yang begitu modern, ilmu tersebut masih terus berkembang. Arsitektur adalah hasil dari “dialog” manusia dengan lingkungannya serta budayanya. Sejarah mencatat beberapa peninggalan sejarah seperti Piramid yang dibangun pada masa Fir’aun di Mesir, Kuil Parthenon yang didirikan sebagai tempat persembahan bagi Dewi Athena di Yunani, Bangunan Colosseum sebagai tempat bertarung para Gladiator di Roma, Italia dan masih banyak lagi peninggalan sejarah arsitektur yang tak ternilai harganya. Pada masa lampau banyak raja, kaum bangsawan, maupun orang-orang berpengaruh yang membuat monumen-monumen untuk diri mereka sendiri. Mereka ingin dikenang bahwa mereka telah mencapai “sesuatu yang besar” melebihi orang lain di jamannya”.
Pada zaman purbakala sekali manusia selalu hidup berpindah-pindah dari suatu tempat ketempat lain yang memiliki sumber makanan yang lebih mencukupi, namun lama kelaman manusia sudah mulai hidup menetap dengan membangun rumah sederhana yang hanya beratapkan daun-daun kering. Walaupun demikian berarti ini sudah membuktikan bahwa manusia pada zaman prasejarah sudah mengenal arsitektur walaupun masih sangat sederhana. Kemudian dari rumah yang hanya beratapkan daun-daun itu, manusia pada zaman berikutnya sudah mendirikan rumah yang sudah agak besar, namun atap yang mereka gunakan masih terbuat dari daun-daun kering. Lama kelamaan manusia semakin berkembang dengan pesat sehingga pada zaman berikutnya manusia sudah menggunakan kayu sebagai atap untuk rumah mereka. Dengan menggunakan kayu, keselamatan mereka akan perlindungan mereka sudah mulai terjamin. Arsitektur alam buku yang berjudul Ascent of Man ini menceritakan tentang keadaan sejarah bagaimana terbentuknya gedung-gedung tinggi, rumah, gereja, kota, dan bangunan-bangunan lainnya. Selain itu, mengeksplor tentang bentuk-bentuk arsitektur bangunan, dan inspirasi bagaimana bisa terbentuknya?
Peralatan yang mendukung manusia untuk melakukan sebuah instrumen dari sebuah pengelihatan. Ini menyatakan bahwa struktur dari sebuah benda dan membuat sesuatu itu menjadi mungkin untuk mengambilnya bersama menuju era yang baru, dengan kombinasi yang imajinatif. Tetapi tentu saja membuat mereka terlihat bukan hanya membuktikan sebuah struktur. Ini adalah salah satu struktur yang terbaik selama ini. Dan untuk tingkat selanjutnya dari perjalanan seorang manusia untuk mencari tahu peralatan yang dapat membuka mereka dari struktur yang tidak terlihat menjadi terlihat.

Sabtu, 26 Maret 2011

THE HARVEST OF SEASON

Dalam kisah di bawah ini terdapat perubahan yang sangat signifikan tentang cara kita tumbuh berkembang melakukan pemburuan yang terjadi dan terus berevolusi selama betahun – tahun. Kita berusaha mengembangkan diri melawan kerasnya bumi, dan cara menakhlukan bumi. Bagaimana cara mengumpulkan makannan, meracik makanan, membuat makannan, hingga sekarang hal itu terus dilakukan. Setelah bersusah paya nenek moyang kita melakukan hal itu, hingga butuh waktu berabad abad hingga ditemukan teknologi seperti sekarang ini, sekaranglah waktunya untuk memetik hasil dari mereka (orang yang berusaha mengubah dunia). Bersyukurlah atas kerja payah mereka memajukkan kesejahteraan manusia di bumi.
Riwayat dari orang dibagi sangat dengan bervariasi. Pertama di situ adalah evolusi biologinya: semua tahapan terpisah itu kita dari nenek moyang siamang kita. Itu terbeset beberapa jutaan tahun. Kemudian di situ adalah riwayat budayanya: gelombang setelah badai panjang dari peradaban terpisah itu kita dari minoritas terus hidup suku perburuan dari Afrika, atau dari makanan gatherers dari Australia. Dan semua detik itu, celah budaya kenyataannya berkerumun ke dalam beberapa ribu tahun. Ini pulang hanyalah tentang duabelas ribu tahun – sesuatu berlalu sepuluh ribu tahun, tapi banyak kurang dari duapuluh ribu. Mulai sekarang aku harus hanya menjadi membicarakan tentang terakhir itu duabelas ribu tahun yang mengandung hampir keseluruhan pendakian dari orang saat kita berpikir dari dia sekarang. Namun perbedaan di antara kedua-duanya angka, yang, di antara skala waktu biologi dan budaya, adalah sangat hebat bahwa aku tidak dapat meninggalkan ini tanpa satu kerling mundur.
Ini ambil paling sedikit dua juta tahun untuk orang ubah dari gelap kecil ciptaan dengan batu pada tangannya, Australopithecus di Afrika Pusat, ke bentuk modern, Sapiens homoseksual. Yang langkah dari evolusi biologi – sungguhpun evolusi biologi dari orang telah lebih cepat dibandingkan yang lain binatang. Tapi yang ini telah mengambil banyak kurang dari duapuluh ribu tahun untuk Homoseksual Sapiens untuk menjadi ciptaan yang kamu dan aku bercita-cita: artis dan ahli sains, ahli bangunan kota dan perencana untuk masa depan, pembaca dan pelancong, penjelajah ingin dari fakta alami dan emosi manusia, sekali lebih kaya di pengalaman dan bolder di imajinasi dibandingkan apapun nenek moyang kita. Yang langkah dengan evolusi budaya; satu kali ini buka, pergi ini sebagai rasio dari itu dua pergi angka, paling tidak seratus kali evolusi lebih cepat dibandingkan biologi.
Satu kali ini buka: yang frasa rumit. Kenapa perubahan budaya yang mempunyai membuat orang sarjana dalam ilmu bumi memulai sangat baru-baru ini? Duapuluh ribu tahun berselang anak-buahi di semua bagian dari dunia yang dia telah menjangkau adalah satu forager dan satu pemburu, siapa paling ilmu pengetahuan tentang teknik lanjutan adalah untuk menyertakan sendiri ke satu gembala berpindah sebagai Lapps masih lakukan. Oleh tahun ribu sepuluh berselang yang mempunyai berubah, dan yang dia telah mulai di beberapa tempat untuk membiasakan beberapa binatang dan untuk menanami beberapa pabrik; dan yang adalah perubahan dari peradaban yang mana buka. Ini luar biasa untuk memikirkan bahwa hanya pada terakhir duabelas ribu tahun yang punya peradaban, saat kita memahami ini, dibuka. Di sana harus adalah satu eksplosi luar-biasa. Ini adalah akhir dari Zaman Es terakhir.
Kita dapat menangkap tampilan dan, sebagaimana, smel dari perubahan pada beberapa pemandangan hal sungai es. Bersemi di permainan ulang Islandia sendiri setiap tahun, tapi ini satu kali dimainkan sendiri berlalu Eropa dan Asia ketika es yang mundur. Dan anak-buahi, siapa mempunyai datang lewat kapal keras yang tidak masuk akal, telah kembara atas dari Afrika berlalu juta tahun terakhir, telah perangi melalui Zaman Es, tiba-tiba mendirikan berbunga halus dan sekitar yang hewan dia, dan menggerakkan ke dalam satu berbeda semacam hidup.
Ini biasanya dipanggil ’ revolusi pertanian ’. Tapi aku berpikir dari ini seperti sesuatu banyak lebih luas, revolusi biologi. Di sana dijalin di dalamnya cocok tanam dari pabrik dan penjinakan dari binatang pada satu semacam lompatan katak. Dan di bawah sini operasikan perbuatan nyata rumit orang itu mendominasi lingkungannya di dalamnya paling penting aspek, tidak secara fisik kecuali pada taraf dari makhluk hidup palnts dan binatang. Dengan yang di situ datangi satu dengan sama revolusi sosial powerfull. Karena sekarang ini menjadi mungkin lebih dari tersebut, ini jadi diperlukan – untuk menganak-buahi atasi. Dan ciptaannya yang telah menjelajahi dan berbaris untuk satu juta tahun yang harus membuat keputusan rumit: apakah akan dia gencat satu nomad dan menjadi satu orang desa. Kita punya satu rekaman anthoropological dari berjuang dari hati nurani dari seseorang yang membuat keputusan ini: rekaman adalah Kitab Injil, Buku Perjanjian Lama. Aku meyakini peradaban itu bersandarkan keputusan itu. Seperti untuk orang-orang siapa jangan terbuatnya, ada sedikit orang yang selamat. Terdapat beberapa nomad suku yang masih membicarakan secara tuntas ini luas transhumance bepergian dari sesuatu menyerempet asas ke lain: Bakhtiari di Ajam, antara lain. Dan kamu yang punya sebenarnya untuk dilaksanakan perjalanan dengan mereka dan kehidupan dengan mereka untuk memahami peradaban itu tidak pernah dapat tumbuh senantiasa bergerak.
Segalanya di hidup nomad adalah tanpa tanda peringatan. Bakhtiari Yang selalu telah berjalan-jalan sendirian, sangat tak terlihat. sukai nomad lain, mereka berpikir dari diri mereka sendiri seperti sekeluarga, anak lelaki dari pendiri tunggal. (pada cara yang sama bangsa yahudi dipergunakan untuk panggil themselve anak-anak dari israel atau Jacob). bakhtiari mengambil nama mereka dari satu gembala legendary dari waktu Mongol, Bakhyar. legenda dari asal mereka sendiri yang mereka katakan dari dia berawal.
Dan ayah dari orang bukit orang-orang kita, Bakhtyar, keluar dari kecepatan dari southren gunung di era zaman purba. bijinya adalah sebanyak goyang pada gunung, dan orang-orangnya makmurkan.
Gema tentang kitab injil membunyikan berulang-ulang sebagai cerita lanjutkan. kepala keluarga Jacob Yang punya dua isteri, dan telah kerjakan sebagai satu gembala untuk tujuh tahun untuk masing-masing sebesar mereka. bandingkan kepala keluarga dari Bakhtiari:
Yang pertama istri dari Bakhtyar Yang punya tujuh anak lelaki, ayah dari tujuh baris saudara dari orang-orang kita. istri detiknya punya empat anak lelaki. dan anak lelaki kita harus mengira isteri anak perempuan dari ayah mereka tendanya saudara, kalau-kalau berkumpul dan tenda menjadi dispersi.
Seperti dengan anak-anak dari Israel, berkumpul adalah terpenting; mereka bukan terbongkar dari urus dari tukang cerita (atau dewan penasehat perkawinan) untuk beberapa saat.
Sebelum 10000 nomad BC orang-orang dipergunakan untuk ikuti migrasi alami dari gembala liar. tapi biri-biri dan kambing tidak punya migrasi alami. mereka yang pertama tentang ribu sepuluh terbiasa tahun berselang hanyalah anjing adalah satu pengikut berkemah alder dibandingkan tersebut. dan ketika menganak-buahi mereka terbiasa, dia tanggung tanggungjawab dari sifat alami; nomad harus memimpin gembala tanpa pengharapan.
Peran dari wanita di suku nomad di narowlly mendefinisikan. di atas semua, fungsi dari perempuan adalah untuk menghasilkan anak-anak orang-orang; terlalu banyak anak-anak dia adalah satu kemalangan langsung, karena pada akhirnya mereka mengancam bencana. terpisah dari tersebut, bea mereka tiduran mempersiapkan makanan dan pakaian. antara lain, perempuan antara Bakhtiari membakar roti pada etika tentang kitab injil, pada kue tidak beragi pada batu panes. tapi para wanita dan masa penantian perempuan untuk memakan hingga yang orang-orang telah makan. orang-orang seperti, lives dari pusat perempuan pada berkumpul. mereka memperah susu gembala, dan mereka membuat satu yoghurt bergumpal dari susu dengan mengocok ini pada satu kantong kulit kambing pada satu bingkai kaku primitif. mereka punya hanyalah teknologi sederhana taht dapat ditangani harian mengadakan perjalanan dari menempatkan tempatkan. kesederhanaan tidak romantis; ini adalah satu hal survival. everthing harus tersinari cukup dibawa, untuk dibuat tiap sore dan dikemasi jauh lagi tiap pagi. ketika wol spin perempuan dengan sederhana mereka, alat masa lampau, ini adalah untuk penggunaan langsung, untuk membuat reparasi yang penting pada perjalanan tidak ada lagi.
Tidaklah mungkin pada hidup nomad untuk membuat hal-hal yang tidak akan diperlukan untuk beberapa minggu. mereka tidak dapat dibawa. dan sesungguhnya Bakhtiari tidak mengetahui bagaimana caranya membuat mereka. kalau mereka memerlukan teko logam, mereka mengukarkan mereka dari orang-orang teratasi atau dari satu kasta pekerja gipsi siapa specialise pada logam. satu kuku, satu pijakan kaki, satu anak-anakan, atau satu belnya anak adalah apapun yang ditukar dari luar suku. hidup bakhtiari adalah juga sempit untuk mempunyai waktu atau keterampilan untuk specialisation. ada tidak ada kamar untuk inovasi, karena di situ dan pergi semua hidup mereka, untuk mengembangkan satu alat baru atau satu baru thougth tidak bahkan suatu nada baru. satu-satunya adat kebiasaan yang terus hidup adalah adat kebiasaan yang tua. satu-satunya ambisi dari anak lelaki adalah untuk seperti ayah.
Ini adalah hidup tanpa fitur. tiap malam adalah akhir dari satu hari seperti terakhir, dan tiap pagi akan begining dari satu perjalanan seperti hari sebelum. ketika pecah hari, ada satu pertanyaan di semua orang urus: dapat berkumpul menjadi peroleh dalam yang akan datang kelulusan tinggi? Satu hari pada perjalanan, kelulusan paling tinggi dari semua harus diseberangi. ini adalah Zadeku kartu tanda lewat, duabelas ribu foot tinggi pada Zagros, yang berkumpul harus bagaimanapun juga menggelut melalui atau susup di dalamnya jangkauan bagian atas. untuk suku harus maju, gembala harus menemukan gembala lagi tiap hari, karena di pengembalaan kemuliaan ini dilelahkan di hari tunggal.
Setiap tahun Bakhtiari menyeberangi enam jangkauan pegunungan pada perjalanan keluar (dan seberangi mereka lagi untuk kembali). mereka berbaris melalui salju dan banjir bersemi siram. dan di hanyalah sesuatu menghormati mempunyai hidup mereka memajukan berada di luar ribu sepuluh tersebut tahun berselang. nomad dari saat itu yang harus melaksanakan perjalanan berjalan kaki dan membawa pak mereka sendiri. Bakhtiari Yang punya kuda binatang beban, keledai, keledai yang mempunyai hanyalah telah dibiasakan sejak saat itu. tidak ada yang lain pada hidup mereka adalah baru. dan tidak ada apapun adalah mengesankan. Nomad tidak punya tanda peringatan, bahkan ke mati (Yang Bakhtyar, yang Jacob terpendam?) Satu-satunya gundukan tanah yang bangun mereka adalah untuk menandai jalannya di tempat demikian sebagai Kelulusan dari perempuan, curang tapi lebih mudah untuk hewan dibandingkan kelulusan tinggi.
migrasi bersemi dari Bakhtiari adalah satu pengembaraan gagah berani; dan namun Bakhtiari adalah tidak begitu banyak gagah berani sebagai orang yang tabah. mereka diundurkan diri karena tidak dimanapun juga pimpinan pengembaraan. gembala musim panas themselve hanya akan menjadi satu stop anak-anak tidak sama dengan palce dari Israel, untuk mereka di situ adalah tidak ada darat dijanjikan. kepala dari yang keluarga telah mengerjakan tujuh tahun, seperti Jacob lakukan, untuk membangun satu berkumpul dari lima puluh biri-biri dan kambing. dia mengharapkan untuk kehilangan sepuluh mereka pada imigration kalau hal-hal pergi baik. kalau mereka pergi dengan sangat buruk, dia mungkin kehilangan duapuluh di luar pagar dari itu lima puluh. itu adalah aneh dari hidup nomad, tahun di dan tahun keluar. dan berada di luar tersebut, pada akhir dari perjalanan, di sana akan masih menjadi kecuali tidak ada apapun satu tak terukur, pelepasan jabatan tradisional.
Apa yang terjadi untuk yang tua ketika. mereka tidak dapat menyeberangi sungai terakhir? tidak ada apapun. Mereka tinggalkan memeninggal. hanyalah anjing dibingungkan untuk melihat satu orang satu bandoned. orang menerima adat nomad; dia telah datang ke akhir dari perjalanannya, dan di situ adalah tidak ada menempatkan pada bagian akhir.
Lajang paling besar mengganggu pendakian dari orang adalah perubahan dari nomad ke pertanian desa. apa dibuat mungkin itu? satu ulah dari akan oleh Orang-orang, sungguh pasti; tapi dengan tersebut, satu asing dan rahasia ulah dari sifat alami. pada ledakan dari nabati lagi pada akhir dari Zaman Es, satu gandum bastar tampak di timur tengah. ini terjadi pada beberapa tempat: satu sesuatu khas adalah oase masa lampau dari Jericho.
Jericho adalah lebih tua dibandingkan pertanian. yang pertama orang-orang yang datang kemari dan diatasi oleh bersemi di ini jika tidak asas hancur adalah orang-orang yang memanen gandum, tapi belum mengetahui bagaimana caranya mengebunkan ini. kita mengetahui ini karena mereka membuat alat untuk panen liar, dan yang adalah satu potongan luar-biasa dari bidik-depan. mereka membuat di luar pagar arit dari batu api yang mana telah terus hidup; Jhon Garstang mendirikan mereka ketika dia sedang menggali sini pada 1930. arit masa lampau tepi akan telah disetel di masing-masing horn rusa, atau tulangi.
Di sana tidak lagi terus hidup, berdasarkan pada hll atau tel dan ini miringkan, semacam gandum liar itu orang setempat paling awal panen. tapi lalang itu masih sini harus terlihat sangat seperti gandum yang mereka dirikan, bahwa mereka mengumpulkan untuk pertama kali oleh segenggam, dan potong dengan yang sawing bergerak pada arit pengetam itu telah pergunakan bagi seluruh tahun ribu sepuluh sejak itu. yang Natufian pra civilisation pertanian. dan, tentu, ini tidak dapat bertahan. ini berada di atas susur dari makin pertanian. dan yang adalah hal berikutnya yang terjadi pada Jericho Tel.
Satu kata penghubung bahagia dari peristiwa alami dan manusia menciptakan pertanian. pada Masa Lampau yang terjadi sekitar ribu sepuluh tahun berselang, dan ini terjadi pada Bulan Sabit biak dari timur tengah. tapi ini sungguh pasti terjadi lebih dari satu kali. pertanian certanly hampir ditemukan lagi dan dengan mandiri pada Dunia Baru atau seperti itu kita bersandar bukti kita sekarang punyai jagung itu orang dibutuhkan menyukai gandum. seperti untuk Timur Tengah dia, pertanian terangin-angin di sini dan di sana berlalu slop kemiringan berbukit-bukitnya, dari yang mana pendakian dari Laut Mati ke Judea, daerah pedalaman dari Jericho, ada di satu karakteristik terbaik potongan dan tidak ada lagi. pada satu rasa harafiah, pertanian mungkin untuk mempunyai beberapa awal pada Bulan Sabit Biak, beberapa di antara mereka sebelum Jericho.
Tiba-tiba pada waktu itu Jericho ditransformasikan. orang-orang datang dan segera jadi iri dari jiran mereka, sehingga yang mereka yang harus membentengi Jericho, arahkan ini ke dalam satu kota berdinding, dan bangun satu menara besar, sembilan ribu tahun berselang. menara adalah tigapuluh foot ke seberang pada dasar dan, untuk sesuaikan, hampir tigapuluh foot sungguh-sungguh mendalam. dan mendaki di sisinya lapisan pelahiran maksud penggalian pada saat lapisan dari civilisation masa lalu: awal pra barang tembikar orang-orang, berikutnya pra barang tembikar orang-orang, keturunan barang tembikar tujuh ribu tahun berselang; tembaga awal, gangsa awal, midlle merahtuakan. masing-masing sebesar civilisation ini datangi, menaklukkan Jericho, memakamkan ini, dan bangun sendiri atas; sehingga itu terletak menara tidak begitu banyak pada empatpuluh lima foot tanah seperti pada empatpuluh lima foot civilisations masa lalu.
Tapi lakukan tembok mendatangi terguling bawah? kita tidak mengetahui. ada tidak ada bukti arkeologis di sini lokasi itu saran itu seperangkat sesuatu tembok hari baik alangkah mencurah flat. tapi banyak setelan dari tembok mencurah, di waktu yang berbeda. terdapat sebuah Umur Perunggu periode sini dimana seperangkat tembok dibangun kembali paling tidak enam belas kali. karena ini adalah negara gempa. ada gemetaran sini masih tiap hari; ada empat berguncang utama di abad. itu hanyalah di tahun terakhir yang kita yang telah datang ke undestand kenapa gempa mengoperasikan sepanjang lembah ini. terletak laut merah dan Laut Mati sepanjang satu lestarian retak lembah besar dari Afrika Timur. di sini dua diantara lempeng angkut itu daratan saat mereka terapung pada baju hujan denser dari kendara bumi berdampingan. seperti mereka thurst yang lampau satu sama lain sepanjang retak ini, permukaan dari bumi echoes ke goncangan sumur itu atas dari di bawah. sebagai hasil, gempa selalu telah meletus sepanjang poros pada yang mana terletak Laut Mati. Dan pada pandanganku itulah kenapa Kitab Injil adalah penuh dengan ingatan dari keajaiban alami: beberapa banjir masa lampau, beberapa kering berlari dari Laut Merah, Jordan kering berlari, dan tembok dari Jericho menggagalkan.
Kitab injil adalah satu riwayat curiga, pisahkan cerita rakyat dan rekaman bagian. riwayat adalah, tentu, ditulis oleh pemenang, dan Israelis, ketika mereka meledakkan melalui sini, dijadi pembawa dari riwayat. kitab injil adalah cerita mereka: riwayat dari seseorang yang punya berhenti menjadi nomad dan kepastoran dan harus menjadi satu suku pertanian.
Bertani dan peternakan tampak pengejaran sederhana, tapi arit Natufian adalah satu sinyal untuk memperlihatkan kita bahwa mereka tidak diam tidak bergerak. tiap-tiap langkah pada penjinakan dari hidup pabrik dan binatang memerlukan penemuan, mulai yang sebagai alat teknis dan dari yang mengalir prinsip ilmiah. alat dasar dari nimblefingered memikirkan terletak sekitar, tidak mempengaruhi, di apapun desa dimanapun di dunia. persediaan melimpah mereka dari keahlian kekecilan dan akal dan tipu muslihat adalah sebagai banyak akal, dan pada satu rasa dalam seperti penting pada pendakian dari orang, seperti semua piranti dari fisika inti: goda, jarum penggerek, teko, anglo, sekop, kuku, dan sekrup, embusan, dawai, simpul, bayangi, pakaian kuda, cangkuk, tombol penekan, sesuatu sepatu dapat menyebutkan seratus dan tidak menghadang untuk nafas. kesempurnaan berasal dari saling mempengaruhi dari penemuan; satu budaya adalah satu pendarab ide, dimana masing-masing alat baru percepat dan perbesar kekuatan dari sisa.
Mengatasi pertanian menciptakan satu teknologi dari yang mana semua fisika, semua pengetahuan buka. ketika yang dapat melihat ini pada perubahan dari arit awal untuk mendiang. pada mulanya mengerling mereka melihat sangat banyak mirip: arit dari tahun ribu sepuluh berselang gatherer, dan arit dari sembilan ribu tahun berselang ketika gandum ditanami. tapi lihat lebih lekat. gandum ditanami adalah sawed dengan satu tepi bergigi tajam: karena kalau kamu memukul gandum, kemudian akan buah biji-bijian curah ke halus; tapi kalau kamu gergaji perlahannya, buah biji-bijian akan diselenggarakan pada telinga dari jagung. dan arit telah ditiru ini selalu sejak itu ke dalam waktu kanak-kanakku pada perang dunia pertama, ketika arit dibengkok dengan tepi bergigi tajam masih apa kamu memotong gandum dengan. satu teknologi seperti tersebut, pengetahuan fisik menyukai tersebut, datangi ke kami di luar pagar dari tiap-tiap bagian dari hidup pertanian sangat secara spontan yang kita merasakan seperti kalau ide menemukan orang, rada dibandingkan yang lain cara tentang.
Penemuan yang paling kuat pada semua pertanian adalah, tentu, bajak. kita berpikir dari bajak sebagai satu baji membagi tanah. dan baji adalah satu mekanis awal yang penting penemuan. tapi bajak juga apapun jauh lebih fundamental: ini adalah satu ungkit yang mengangkat tanah, dan ini adalah antara yang pertama aplikasi dari prinsip dari ungkit. ketika, merindukan setelah itu, Archimedes menjelaskan teori dari ungkit ke Yunani, dia mengatakan itu dengan satu fulkrum untuk ungkit dia dapat menggerakkan bumi. tapi ribuan tahun sebelum itu ploughmen dari timur tengah sedang mengatakan ' Memberikan aku satu ungkit dan aku akan memberi makan bumi '.
Pertanian adalah seseorang bagian dari revolusi biologi penjinakan dan mengendalikan dari binatang desa adalah yang lain. urutan dari penjinakan adalah sistematis. datangi pertama anjing, barangkali bahkan sebelum 10000 BC. kemudian datangi binatang makanan, memulai dengan kambing dan biri-biri. kemudian datangi binatang campuran seperti onager, satu semacam bodoh liar. binatang menambahkan satu surplus banyak lebih besar dibandingkan mereka konsumsi. tapi yang hanya sampai bertemu kembali benar sebagai binatang tersisa sederhana pada stasiun sesuai mereka, seperti babu dari pertanian.
Ini tak diduga itu binatang jinak harus menghasilkan persis untuk mengandung dalam dirinya, dari kemudian pada, ancaman ke surplus dari buah biji-bijian dengan mana komunitas teratasi lives dan terus hidup. paling tak diduga, karena betapapun ini adalah lembu jantan, pantat, sebagai satu binatang campuran yang telah menolong ciptakan surplus ini. (buku perjanjian lama dengan cermat menghimbau bahwa mereka diperlakukan sumur; sebagai contoh, ini melarang peladang untuk memasang kuk satu lembu jantan dan satu pantat ke bajak bersama-sama, sejak mereka bekerja di cara yang berbeda.) tapi bulatkan sekitar lima ribu tahun berselang, satu hewan campuran baru tampak kuda. dan yang terbongkar dari semua proporsi lebih cepat, lebih kuat, dominan lebih dibandingkan apapun binatang sebelumnya. dan mulai sekarang yang menjadi ancaman ke surplus desa.
Kita tidak dapat berharap menangkap kembali hari ini rasa amat ngeri yang kuda dinaiki membentur ke dalam timur tengah dan Eropa sebelah timur ketika ini pertama appeare. itu karena terdapat sebuah perbedaan dari skala yang aku dapat hanya membandingkan dengan arrivel dari mobil tempur aku polandia pada 1939, menyapu semua sebelum mereka. aku meyakini bahwa kepentingan dari kuda di riwayat Orang Eropa selalu telah mengerti. dalam beberapa hal, peperangan diciptakan oleh kuda, sebagai satu aktivitas nomad. yang apa akhirnya Mongol Yang bawakan, dan membawakan ke satu klimaks di bawah Gelar Penguasa Mongol Genghis banyak kemudian. khususnya, gerombolan bergerak transformasikan organisasi dari pertempuran. mereka membenihkan satu strategi berbeda dari peperangan satu strategi itu seperti satu game perang; bagaimana warmakers suka pada permainan!

Jumat, 18 Maret 2011

Lower Than the Angels

Dipandang dari segi ilmu eksakta, manusia adalah kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia ( ilmu kimia ). Manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi ( ilmu fisika ). Manusia merupakan mahluk biologis yang tergolong dalam golongan mahluk mamalia ( biologi ). Dalam ilmu-ilmu sosial, manusia merupakan mahluk yang ingin memperoleh keuntungan atu selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus ( ilmu ekonomi ). Manusia merupakan mahluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri ( sosiologi ), mahluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan ( politik ). Dan lain sebagainya.
Lower Than The Angels yang membicarakan tentang manusia yang tebih rendah dari malaikat, Sesungguhnya manusia itu adalah makhluk Tuhan yang paling tinggi derajatnya,sebab pada hakikatnya manusia itu tercipta seperti sebuah binatang layaknya seekor kera.Manusia memiliki imajinasi dan membanyangkan masa depan dan menciptakan mulai dari menggunakan alat yang sederhana seperti Penggunaan Daun jerami untuk Atap rumah , Batu sebagai penghasil Api dan masih banyak lagi. Hingga pada Manusia yang cenderung memanfaatkan teknologi daripada menggunakan alat-alat yang sederhana . karena mereka selalu berfikir zaman era globalisasi ini apabila tidak menggunakan teknologi maka kita akan mencapai kemajuan dan kemerdekaan dengan cepat.
Setiap pemandangan di dunia ini saling membutuhkan dan adaptasi yang serasi, dimana hewan menjadi cocok dengan lingkungannya dan akan berputar seperti roda gigi yang selalu berputar ke satu tempat ke tempat lain dan akan kembali ke posisi semula. Seperti landak yang sedang tertidur dan menunggu saat musim semi datang dan membangkitkan metabolisme tubuhnya untuk hidup kembali. Kicauan burung yang mengalahkan udara dan bertengger diantara bunga-bunga yang bermekaran. Kupu-kupu pun meniru menjadi daun dan mengelabui binatang buas serta predator lainnya. Lalat pun seperti antar jemput mekanik yang melewati tanah di musim semi.
Jadi jutaan tahun yang lalu saat evolusi telah mengubah para grunion untuk menyesuaikan dan duduk tepat sesuai arus. Tetapi alam yang melakukan evolusi secara biologi tidak menyesuaikan manusia untuk lingkungan yang spesifik. Sebaliknya, dibandingkan dengan para grunion yang memiliki peralatan untuk bertahan hidup dan paradoks dari kondisi manusia. Salah satu dari mereka menyesuaikan untuk semua kondisi. Diantara kebanyakan binatang dimana sering mengambil langkah seribu, terbang, bersembunyi dan berenang di sekitar kita, hanya manusia yang tidak pernah mengunci salah satu cara mereka dalam menaklukan bentang alam. Dalam imajinasinya, alasannya, kehalusan emosionalnya dan kekuatannya, membuat mereka mampu untuk tidak menerima keadaan alam dan berusaha mengubahnya. Dalam seri penemuan ini dimana manusia dari umut ke umur atau dari waktu ke waktu mulai dibuat lagi untuk lingkungannya sendiri. Ini adalah perbedaan dari sebuah evolusi yang tidak secara biologi tetapi dari evolusi kebudayaan. Saya menyebutnya rangkaian cerdas sebuah kebudayaan puncak dari pendakian seorang manusia.
Saya menggunakan kata-kata “ascent” atau pendakian dengan pengertian yang sangat berharga. Manusia itu sangat mulia daripada binatang lainnya dari sebuah pemberian imajinatif. Mereka dapat menyusun rencana, membuat penemuan, membuat penemuan-penemuan baru menjadi sebuah judul dan penetrasi, selama mereka belajar untuk mengkombinasi talenta mereka menjadi lebih berguna dan menjadi jalan yang sesuai. Jadi penemuan hebat dari waktu yang berbeda dan kebudayaan yang berbeda secara teknik, secara ilmiah, secara kesenian mengekspresikan kemajuan mereka menjadi sesuatu yang lebih kaya dan lebih rumit daripada kemampuan manusia untuk naik.
Dan tentu saja hal ini sangat menggoda para ilmuwan untuk mendapatkan sebuah harapan dari penemuan asli dan pencapaian dari pemikiran kebanggaan terbaru. Dan sebaiknya kita ikut berbangga karena hal ini beberapa modernisasi pun akhirnya dapat berjalan. Berpikir bagaimana caranya sebuah kode hereditas (faktor kelahiran) spiral DNA dalam dapat mengubah suatu kaum : atau pergi bekerja untuk menindak lanjuti keistimewaan dari sebuah pemikiran manusia. Berpikir bagaimana sebuah filosofi dapat memandang hingga ke Teori Relativitas atau beberapa menit kebiasaan dari pengukuran atom.
Dalam pencapaian seorang manusia dan partikel-partikel dalan ilmu pengetahuan bukanlah sebuah konstruksi museum yang harus diselesaikan. Ini adalah sebuah proses, dimana dalam eksperimen pertama memiliki tempat formulasi dalam sebuah kimia dan penghitungan canggih dari seorang astronom Mayan dari Amerika Tengah dan menciptakannya sendiri untuk mengubah Dunia Lama ini.
Di setiap jalannya umur terdapat satu titik poin, jalan baru dalam melihat dan menegaskan sebuah koherensi dari sebuah dunia. Selama mengikuti titik poin tersebut dan meneruskan dari kebudayaan-kebudayaan, saya menyarankan untuk mengikuti sejak awal tetapi tidak mengikuti seketat dalam kronologisnya, karena sesuatu yang menarik disini adalah bagaimana sejarah dari seorang pemikiran manusia yang tidak menutup kemungkinan perbedaan bakat atau talentanya. Saya menyarankan untuk menghubungkan dengan ide-ide disini dan bagian-bagian dari ide ilmu pengetahuan serta asal-usul mereka yang telah dikaruniai sifat dasar manusia dan dimana membuat manusia itu sebagai makhluk yang unik. Apa yang telah saya berikan, apa yag telah membuatku kagum selama bertahun-tahun adalah jalan dimana ide-ide dari manusia dan sifat dasar mereka pada alamnya.
Poin dari Charles Darwin mengatakan tentang Asal-Usul dari Spesies pada tahun 1859 dan kemudian ia mengeluarkan buku berjudul Garis Keturunan seorang Pria. Cerita-cerita kuno digunakan untuk mengambil makhluk ke dalam umur-umur emas dan indah, bentang dunia yang melegenda. Jika saya bercerita mengenai Gen pada saat ini, saya seharusnya berada di Kebun Eden. Tetapi ini bukanlah Kebun Eden. Dan saya belum bisa menjadi pusat dari sebuah dunia, tempat kelahiran para pria disinilah di Lembah Keretakan tepatnya di Afrika Timur dekat dengan equator (garis khatulistiwa). Menuruni lembah Omo, tebing, tempat tandus, merekam sejarah masa lalu seorang manusia. Dan jika ini adalah Kebun Eden, kenapa harus mengering selama jutaan tahun yang lalu. Saya telah memilih tempat ini karena disini memiliki struktur yang unik.
Evolusi manusia dimulai saat Afrika mengalami perubahan iklim : danau-danau mulai menyusut (tidak ada air lagi), hutan berubah menjadi padang gurun karena kekeringan. Dan menjadi bukti beruntungnya seorang manusia tidak bisa beradaptasi dengan baik dalam kondisi seperti itu. Dalam cuaca seperti ini, dapat bertahan hidup sangat mahal harganya dan itu akan menangkap mereka. Saat para hewan seperti zebra Grevy mampu beradaptasi di padang gurun, ini menjadi tangkapan yang bagus di waktu seperti ini. Dan yang paling anggun dalam beradaptasi dari semua binatang tersebut adalah pemberian gazelle : ini adalah hewan yang memiliki loncatan indah selama berada di padang gurun.
Ini adalah Afrika yang terbakar, daratan seperti Omo, manusia menginjakkan kaki pertama kali di tanah ini. Ini seperti jalan pedesaan menuju pendakian seorang manusia dan hal ini sangatlah penting. Dua juta tahun yang lalu, leluhur pertama berjalan dengan menggunakan kakinya dan sangat berbeda dengan pria modern sekarang yang menggunakan kakinya untuk berjalan. Faktanya, disaat dia menaruh kakinya di atas tanah dan dia berjalan tegak lurus, seorang manusia akan membuat komitmen untuk integrasi yang baru dalam hidupnya dan anggota tubuhnya sendiri.
Salah satu konsentrasi utama dalam evolusi adalah kepalanya, karena pada kepalanya banyak mengalami perubahan yang paling jauh dan paling formatif. Beruntunglah, tengkorak yang ditemukan pada fosil terakhir bukan merupakan organ yang lembut (tidak mudah hancur) walaupun kurangnya informasi mengenai otak dari tengkorak tersebut yang menjadi hal penting untuk kita tetapi kita bisa melihat dari ukuran tengkorak tersebut untuk mengetahui kepintaran dari makhluk fosil tersebut. Kemudian beberapa fosil tengkorak ditemukan di Afrika Selatan pada lima puluh tahun terakhir yang membentuk sebuah struktur karakteristik dari sebuah kepala saat mereka mulai menyerupai manusia.
Hingga saat ini Dart menyadari dua keistimewaan bentuk wajah. Satu diantaranya memiliki lubang di tengkorak, bahwa tulang belakangnya muncul sampai ke tengkorak bagian belakang mendekati otak. Seperti seorang anak kecil yang sedang memegang kepalanya hingga ke atas. Dan salah satu yang mirip dengan pria ini lebih menyerupai seekor monyet atau kera yang memiliki kepala yang menggantung ke depan dari tulang belakang dan tidak tegak pada atasnya. Dan perbedaan yang terlihat selain bentuk kepalanya adalah giginya. Gigi selalu menceritakan cerita yang sesungguhnya. Gigi mereka kecil-kecil dan bentuknya kotak-kotak, dan mereka hanya memiliki gigi seperti anak kecil yaitu gigi susu yang tidak begitu kuat, bertarung dengan menggunakan gigi taringnya seperti kera. Yang artinya mereka memiliki wajah yang memakan dengan menggunakan tangannya dan tidak langsung menggunakan mulutnya. Dan pembuktian gigi tersebut memungkin mereka untuk memakan daging, daging mentah dan menggunakan tangan sebagai makhluk yang hampir mampu menggunakan peralatan dengan baik, alat batu seperti kerikil, pisau batu, untuk memotong dan berburu.
Dart menamakannya dengan Australopithecus dan ini bukanlah nama kegemarannya, arti dari nama ini adalah kera selatan, tetapi Dart merasa bingung menamakannya karena untuk pertama kalinya bentuk ini bukanlah seperti kera. Saya mengira bahwa Dart lahir di Australia dan memasukkan negara kelahirannya sebagai nama dari penemuannya.
Butuh waktu sepuluh tahun untuk menemukan tengkorak lainnya (tengkorak dewasa) dan tidak sampai tahun 1950 akhirnya rangkaian fosil Australopitechus dapat disatukan. Dimulai dari Afrika Selatan kemudian berpindah ke utara menuju Olduvai Gorge di Tanzania dan yang terbaru ditemukan di Danau Rudolf.
Untuk saya, bayi Australopithecus memiliki sejarah sendiri. Pada tahun 1950, saat arti dari manusia belum dapat diterima, saya bertanya untuk menyusun pecahan-pecahan matematika ini. Saya dalam empat puluh tahun menyerahkan hidup untuk memecahkan masalah perhitungan ini, tiba-tiba melihat pengetahuan saya kembali ke masa dua juta tahun yang lalu dan bersinar saat mencari sejarah mengenai manusia. Ini sungguh fenomenal.
Dan dari momen tersebut, saya total berkomitmen untuk memikirkan tentang apa yang membuat manusia berpikir apa itu dirinya : dalam pekerjaan ilmiah dan saya telah menyelesaikannya, literatur telah saya tuliskan dan telah saya programkan. Saya tidak mengetahui bagaimana bayi Taung pertama kali memulai hidupnya, tetapi untuk saya ini seperti kembali ke bayi primordial dari sebuah petualangan bagaimana manusia itu dimulai.
Bayi manusia, kebiasaan manusia adalah seperti rangkaian antara hewan dan malaikat. Sebagai contoh, refleksi bagaimana bayi menendang pada saat di dalam rahim ibu (semua ibu pasti mengetahuinya dan merasakannya) sama seperti halnya vertebrata. Bayi memulai bersikap seperti manusia pada saat ia berumur empat belas bulan karena pada saat itu bayi memulai melangkah.
Semua manusia bertingkah seperti kembali ke bagian dirinya yang seperti hewan. Kita harus berusaha untuk bersikap dingin dan memperlihatkan wajah kesendirian jika kita ingin memutuskan hubungan darah dalam hidup. Pemikiran seorang atlete adalah membangun kemampuannya dan memperbaiki kesalahannya dalam imajinasinya untuk membangun masa depannya.
Kepala bukanlah simbol dari gambaran manusia karena ini hanya sebagai tempat tinjauan masa depan dan evolusi kultural. Karena itu jika saya mengambil perjalanan manusia kembali ke masa lalu yaitu sebagai hewan, evolusi itu akan terbaca dengan mengikuti perjalanan tengkoraknya. Sayangnya, lebih dari lima puluh juta tahun yang lalu yang kita bicarakan ini, hanya enam atau tujuh tengkorak yang dapat teridentifikasi evolusinya.
Dimulai lima puluh tahun yang lalu dengan mengurutkan berdasarkan garis cabangnya yaitu dimulai oleh lemur. Fosil tengkorak dari keluarga lemur adalah Adapis dan ditemukan di Paris. Saat tengkorak ini mulai turun ke bawah kau akan melihat foramen magnum jauh ke belakang, seperti memiliki hubungan kesamaan mereka memakan serangga dan buah-buahan dan mereka memiliki lebih dari tiga puluh dua gigisama seperti primat pada umumnya. Fosil lemur seperti memberikan sedikit tanda bahwa ia adalah primata, lemur adalah anggota keluarga dari monyet, kera dan manusia.
Dua juta tahun yang lalu, saat kita belum menjadi manusia. Lalu setelah satu juta tahun, barulah kita menjadi manusia, karena satu juta tahun yang lalu sebuah makhluk muncul yang nantinya akan dipanggil Homo Erectus. Dia berkelana jauh keluar Afrika. Fakta klasik mengenai ini dapat ditemukan di Cina. Dia adalah Manusia Peking, berumur sekitar empat ratus ribu tahun dan dia adalah manusia pertama yang yang dapat menggunakan api.
Perubahan didalam Homo erectus membawa kita ke materi yang paling penting lebih dari satu juta tahun. Penerusnya yang paling kita ketahui dan pertama kali ditemukan di Jerman seabad lalu : sebuah kerangka fosil klasik, dia adalah manusia Neanderthal. Dia sudah mempunyai tiga cabang otak, yang besar seperti manusia modern. Mungkin ada garis keturunan dari manusia Neanderthal yang sudah meninggal tersebut, tetapi ini sama saja dengan mengambil garis timur tengah dan menariknya ke kita dan manusia ini disebut dengan Homo sapiens.
Di suatu tempat lebih dari sejuta tahun yang lalu manusia mulai membuat perubahan dalam menggunakan peralatannya (kualitas) yang kiranya memberikan poin-poin perbaikan dalam biologis selama periode tersebut. Penemuan canggih yang lain dari segi biologis dan kultur (budaya) terjadi setengah juta tahun yang lalu bias melakukan lebih baik daripada mencopy batu kuno dan kembali pada jaman Australopithecus. Mereka membuat peralatan manipulasi yang jauh lebih baik dan yang terpenting dapat dipergunakan dengan baik.
Berburu tidak mendukung akan meningkatnya populasi di suatu tempat, batasan dari padang gurun tidak bisa lebih dari dua orang dalam jarak dekat. Jadi pilihan terbaik dari berburu adalah kelaparan atau berpindah tempat.
Mereka pun berpindah tempat dengan jarak yang luar biasa jauh. Jutaan tahun berlalu dan mereka berada di Afrika Utara. Selama tujuh juta tahun yang lalu atau mungkin lebih cepat, mereka sudah berpindah ke Pulau Jawa. Selama empat juta tahun mereka menyebar dan berbaris lurus ke utara, menuju Cina bagian timur dan Eropa bagian barat. Ini adalah imigrasi terhebat yang dilakukan manusia.
Jalan hidup manusia sendiri bergantung pada kultur fosil sekarag dan inilah cara mereka bertahan hidup. Hanya orang-orang yang tetap bertahan hidup seperti Lapps di kondisi yang sangat ekstrem di Scandinavia bagian utara yang mengikuti para rusa kutub hingga mereka bisa hidup seperti manusia es.
Walaupun rusa kutub adalah binatang liar, mereka selalu memiliki cara untuk mengontrol mereka dan cara seperti ini lah yang menjadi kebudayaan mereka, seperti contohnya mereka membuat kelompok sejumlah lelaki yang mengelola dan mengonsep serta menggembala hewan-hewan tersebut. Ini adalah hubungan yang sangat aneh. Adaptasi dari Lapps lebih bebas daripada para rusa kutub karena mereka memiliki mode dari hidup dan adaptasi kultur dan bukan melalui biologis. Adaptasi yang Lapps lakukan adalah mengubah hidup dan berpindah tempat yang tidak jauh dari es, ini adalah pilihan yang dapat mengubah mereka, ini adalah hal yang tidak dapat dirubah sebagai mutasi biologis. Untuk adaptasi biologis lahir dari sebuah kebiasaan, tetapi kebudayaan belajar dari kebiasaan dimana telah diadaptasi oleh banyak masyarakat.
Ini adalah perbedaan prinsip antara adaptasi budaya dan biologis, keduanya mendemonstarikan tentang Lapps. Membuat perlindungan dari rusa kutub dan bersembunyi adalah adaptasi yang dapat diubah oleh Lapps keesokan harinya, kebanyakan dari mereka melakukannya secepatnya. Perubahan biologis dari Homo sapiens tidaklah besar, karena kita agak dekat spesies homogennya dengan Homo sapiens karena kita melihat dunia lebih cepat daripada melihatnya dari sisi tengah.
Budaya manusia yang kita kenal terbentuk pada saat zaman es, dalam seratus atau mungkin lima puluh ribu tahun. Manusia bertahan dari zaman es karena kemampuannya dalam berpikir untuk mengenali penemuan-penemuan dan mengubah benda tersebut menjadi alat yang berguna bagi komunitas mereka. Ternyata zaman es sangat membantu bagi perubahan besar dalam cara manusia dapat hidup. Mereka dipaksa tergantung pada sedikit tumbu-tumbuhan dan banyaknya hewan. Perburuan yang ketat ditepian es dapat merubah taktik dalam berburu. Alternatif terbaik cara mereka berburu adalah mengikuti mereka dan jangan sampai kehilangan jejak dari buruan yang mereka incar dan dengan cara seperti ini mereka mempelajarinya, mengantisipasi dan pada akhirnya mengadopsi kebiasaan mereka, termasuk cara migrasi mereka.
Perbedaan genetika diantara komunitas–komunitas ada pada skala sederhana. The lapps (orang-orang adat yang tinggal di sebelah utara Swedia, Norwegia, Finlandia dan semananjung di Rusia) sudah tidak bertahan hidup secara biologis, namun dengan penemuan-penemuan mereka yang dengan imajinatif menggunakan kebiasaan rusa kutub, dengan merubahnya menjadi hewan pekerja dengan artifak dan kereta seluncur. Bertahan hidup di es tidak tergantung dari warna kulit, Lapps telah bertahan hidup, manusia telah bertahan hidup di zaman es, dengan bantuan penemuan terhebat pada masa itu API.
Api adalah symbol dari hati manusia, dan dari waktu Homo sapiens bermula untuk meninggalkan tanda tangan mereka tiga puluh ribu tahun yang lalu, hati tersebut adalah gua. Sekitar satu juta manusia, dalam beberapa bentuk yang dikenali, hidup sebagai penjelajah dan pemburu. Kita hampir tidak mempunyai patung dari periode prasejarah. Hanya pada saat masa itu berakhir diujung dari lembaran es eropa, kita menemukan tanda tangan berupa cap didalam gua seperti Altamira (disuatu tempat di Spanyol dan selatan Perancis) sebuah catatan dari apa yang membuat sesuatu dapat mendominasi pikiran manusia dalam berburu. Lukisan gua, yang mana dibuat sekitar dua puluh ribu tahun yang lalu, sesuai untuk keseluruhan dasar dari budaya manusia.
Hal yang sangat jelas untuk dikatakan adalah bahwa hewan, ditempat ini dalam pendeskripsian manusia gua itu adalah sakti. Tidak diragukan lagi bahwa itu adalah benar adanya tapi sakti itu hanyalah sebuah kata, bukan sebuah jawaban. Sakti adalah sebuah kata yang yang tidak dapat menjelaskan apapun. Dikatakan bahwa manusia mempercayai bahwa hewan memiliki kekuatan, tapi kekuatan apa? Kita masih ingin mengetahui kekuatan apa yang membuat para pemburu ini percaya akan apa yang mereka dapat dari lukisan yang mereka buat.
Disini saya akan memberikan pandangan pribadi saya. Saya pikir kekuatan yang ditunjukkan oleh hewan tersebut adalah kekuatan mengantisipasi, kekuatan dalam hal melihat kedepan. Para pemburu ini melihat bison, rusa, dia melihat babi hutan, rasa takut telah memberikan kepadanya; tombak untuk bertahan hidup, dengan pengalaman yang sudah dia miliki, maka ia tidak perlu takut lagi.
Seni dan ilmu pasti adalah sesuatu yang unik, diluar jangkauan dari segalanya tentang apa yang bisa hewan lakukan. Kekuatan untuk menggambarkan masa depan, untuk meramalkan mengenai apa yang akan terjadi, dan rencana apa yang dibuat untuk mencegah hal buruk itu terjadi, dan untuk menghadirkannya dalam bentuk gambar dan bergerak masuk kedalam kepala kita,
Kita disini juga melihat menggunakan teleskop imajinasi, imajinasi tersebut adalah sebuah teleskop didalam waktu, kita melihat kembali kepada pengalaman masa lalu. Laki-laki yang yang membuat lukisan ini laki-laki yang menghadirkan, melihat melalui teleskop langsung. Mereka meihat maju bersamaan dengan pendakian manusia karena apa yang kita panggil evolusi budaya adalah hal paling mendasar dari sesuatu yang konstan, tumbuh dan melebar dari imajinasi manusia.
Manusia yang membuat senjata dan lukisan, sebenarnya mereka melakukan hal yang sama dan mengantisipasi masa depan sebagai satu-satunya hal yang bisa manusia lakukan, menyimpulkan apa yang datang dari sini. Mereka adalah pemberian-pemberian yang unik didalam manusia tapi pusat dari itu semua, akar dari setiap pengetahuan yang berkembang, terletak kemampuan untuk mengambil kesimpulan dari apa yang kita lihat sampai apa yang tidak bisa kita lihat, untuk bergerak kedalam pikiran kita melewati luar angkasa dan waktu, dan mengenali diri kita sendiri pada masa lalu sebagai bagian dari langkah maju. Seluruh gua ini, cetak tangan ini mengatakan “Ini adalah tanda saya. Ini adalah manusia”
Dalam kehidupan saat ini banyak cara yang dapat ditempuh oleh manusia dalam membuat hidupnya menjadi lebih baik. Seperti misalnya dalam judul Lowers Than The Angels disini manusia cenderung menfaatkan kekayaan alam yang ada untuk menembus kekurangan fisik yang dimiliki contoh Pemanfaatan Kulit Beruang untuk dibuat Jaket sebagai pelindung bagi tubuh, ini membuktikan perubahan fisik itu tumbuh didorong oleh perubahan otak dalam berfikir.
Dan sesungguhnya manusia itu dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain, tetapi seiring kemajuan teknologi manusia cenderung lebih mengandalkan suatu fasilitas yang yang sebenarnya manusia itu sendiri bisa melakukannya,karena apa manusia itu derajatnya lebih tinggi dari makhluk tuhan yang lain misalnya hewan dan tumbuhan. Tumbuhan dan Hewan saja dalam mempertahankan hidupnya masih memerlukan bantuan manusia,itu sebabnya kenapa manusia itu selalu mengangkap dirinya itu tidak bisa padahal kan dalam diri manusia itu sendiri tercipta suatu imajinasi