Jumat, 26 April 2013

KEDUDUKAN BAHASA INDONESIA

Di manakah tempat bahasa Indonesia dalam berbagai macam bahasa di dunia ini? Untuk menempatkan kedudukan bahasa-bahasa di dunia oleh para ahli bahasa telah diusahakan untuk mengolongkan bahasa-bahasa tersebut atas kelompok-kelompok yang menunjukkan kesamaan-kesamaan. Dasar penggolongan tersebut begitu banyak ragamnya sehingga kita dapati bermacam-macam pembagian. Dasar penggolongan yang terpenting di antaranya adalah:
  1. Berdasarkan Genealogi: yaitu pembagian yang didasarkan atas asal-usul dan sejarah perkembangan yang sama.
  2. Berdasarkan Tipologi: yaitu pembagian yang didasarkan atas tipe-tipe atau kesamaan dalam segi tertentu. Karena dasar kesamaan ini bermacam-macam, ada yang berdasarkan segi bentuknya, ada yang berdasarkan artinya, maka belum ada kesepakatan. Yang paling penting dalam penggolongan ini adalah pembagian berdasarkan bentuk bahasa atau morfologi. Berdasarkan morfologi bahasa-bahasa di dunia dapat dibagi atas: Bahasa Isolatif (e.g. bahasa Cina), Bahasa Aglutinatif (e.g. bahasa Indonesia) dan Bahasa Fleksi (e.g. bahasa Latin dan Sansekerta).
  3. Berdasarkan Daerah: yakni berdasarkan pengaruh timbal-balik antara suatu bahasa dengan bahasa yang lain. Setiap bahasa yang berdekatan geografinya dianggap memiliki pengaruh timbal-balik antara mereka. Tetapi jika demikian, maka berarti semua bahasa akhirnya dijadikan satu keluarga bahasa, karena bagaimanapun juga, terutama dalam teknologi komunikasi modern saat ini, semua bahasa pernah mengambil unsur-unsur dari bahasa lain, betapapun minimnya.
Untuk tujuan tersebut, kita akan mempergunakan penggolongan macam pertama karena lebih umum diterima meskipun memiliki kekurangan.

Penggolongan bahasa-bahasa berdasarkan Genealogi
Pembagian ini bertolak dari anggapan bahwa tiap bahasa purba dalam sejarah pertumbuhannya dapat pecah menjadi dua bahasa atau lebih, sedang bahasa-bahasa yang baru tersebut dalam perkembangannya dapat pula dipecah lagi menjadi dua bahasa atau lebih, dan seterusnya. Dengan demikian kita dapat meneliti secara cermat sejarah tiap bahasa, dengan mencari kembali asal-usulnya di jaman lampau.
Setiap kelompok bahasa yang menunjukkan adanya garis kesamaan asal-usul tersebut disebut rumpun . Setiap rumpun dapat dibagi lagi atas sub-rumpun, dan tiap sub-rumpun dapat dibagi seterusnya, akhirnya kita sampai kepada bahasa dan dialek-dialek .
Untuk menentukan tempat dan kedudukan bahasa Indonesia di tengah-tengah bahasa-bahasa dunia, maka perlu kita ketahui adanya bermacam-macam rumpun bahasa. Berdasarkan penggolongan genealogis, kita mengenal adanya bermacam-macam rumpun bahasa sebagai berikut:
  1. Rumpun Indo-Eropa, yang terdiri dari sub-rumpun: bahasa-bahasa Jerman, Celtic, Baltik, Slavia , Albania , Roman, Yunani , Armenia , Indo-Iran.
  2. Rumpun Semito-Hamit, yang terdiri dari bahasa-bahasa Semit dan Hamit.
  3. Rumpun Finno-Ugria.
  4. Rumpun Ural-Altai.
  5. Rumpun Sino-Tibet.
  6. Rumpun Austria , yang terdiri dari Austro-Asia dan Austronesia .
  7. Bahasa-bahasa lain di Asia dan Oceania yang tidak termasuk salah satu rumpun di atas, misalnya: bahasa-bahasa Irian, Dravida, bahasa Australia dan Andaman.
  8. Rumpun bahasa Bantu.
  9. Rumpun bahasa-bahasa Sudan .
  10. Bahasa-bahasa Khoisan: bahasa-bahasa bangsa kerdil di Afrika.
  11. Bahasa-bahasa Amerika Utara antara lain: Algonkin, Irokes, Penutia, Sioux, Uto-Aztek, Athabascan, dan lain-lain.
  12. Bahasa-bahasa Amerika Tengah: Maya, Otomi, Mixe-Zoke.
  13. Bahasa-bahasa Amerika Selatan: Arawak, Karibi, Tupi-Guarani, dan lain-lain.

Bahasa-bahasa Austronesia
Wilhelm Schmidt, seorang sarjana Austria , membagi rumpun Austria atas dua sub-rumpun yaitu:

1. Bahasa-bahasa Austro-Asia: yaitu bahasa-bahasa yang terdapat di daratan Asia Tenggara, misalnya: bahasa-bahasa Khasi, Nikobar, Mon, Khmer, Munda, Tsyam, Palaung-Wa, Annam -Muong, dan Semang-Sakai.

2. Bahasa-bahasa Austronesia : yang dibagi lagi atas dua bagian yaitu:
a. Bahasa-bahasa Indonesia (Nusantara) meliputi bahasa-bahasa Malagasi , Formosa , bahasa-bahasa di Kepulauan Filipina, bahasa Melayu, Jawa, Bali , Batak, Dayak, Sika, Solor, dan lain-lain.

b. Bahasa-bahasa Oceania, yang meliputi bahasa-bahasa; Melanesia: New Caledonia , Hibrid , Fiji , Salomon, dan Santa Cruz . Polinesia: Maori, Hawaii , Tahiti , dan lain-lain.

Daerah penyebaran bahasa-bahasa Austronesia terbentang dari pulau Madagaskar di sebelah barat, sampai ke pulau Rapanui (Paskah) di sebelah timur, dekat pantai barat Amerika Selatan, serta dari Selandia Baru di sebelah selatan hingga ke Taiwan di sebelah utara.

Bahasa-bahasa Nusantara
Bahasa-bahasa Nusantara berdasarkan strukturnya dapat dibagi lagi atas dua bagian, yaitu:
a. Bahasa-bahasa Nusantara Barat: Malagasi, Aceh, Melayu, Jawa, Sunda, Bali , Dayak, Tagalog, Bisaya, dan sebagainya.

b. Bahasa-bahasa Nusantara Timur: Sika, Solor, Roti, Kisar, Tetun, dan lain-lain.
Bahasa-bahasa Nusantara Barat banyak memiliki morfem-morfem terikat untuk pembentukan kata kerja dan kata benda, serta tempat kata benda yang berfungsi posesif terletak di belakang kata benda yang dimiliki. Bahasa Nusantara Timur kurang sekali morfem-morfem terikatnya, serta kata benda yang berfungsi posesif terletak di depan kata benda yang dimilikinya.

Batas antara bahasa Nusantara Barat dan Nusantara Timur adalah sebelah timur pulau Sumba mengarah ke utara memotong pulau Flores menjadi dua bagian, antara Maumere dan Lio, terus ke utara membagi kepulauan Sula atas dua bagian.

Sesudah mengikuti uraian tentang perkembangan bahasa Indonesia serta penggolongan bahasa-bahasa di dunia, maka dengan jelas dapat kita menempatkan kedudukan bahasa Indonesia di tengah-tengah bahasa dunia. Bahasa Indonesia berakar dari bahasa Melayu, dengan mengalami perkembangan yang luar biasa, terutama setelah diresmikan menjadi nahasa nasional dan bahasa persatuan: unsur-unsur daerah, unsur-unsur asing seperti bahasa Belanda, Inggris, Arab, Sansekerta dan lain-lain dengan melalui proses adaptasi diterima di dalam perbendaharaan bahasa Indonesia .
Peranan bahasa Indonesia semakin penting sesuai dengan peranan politik yang dimainkan oleh Republik Indonesia, baik ke dalam mewujudkan kesatuan dan persatuan bangsa, membentuk satu kebudayaan Indonesia yang baru maupun ke luar dalam hubungan internasional.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar